Rabu, 22 Mei 2024

Prevalensi Stunting di Sumut Berhasil Turun Signifikan

Heru - Jumat, 22 Maret 2024 03:03 WIB
Prevalensi Stunting di Sumut Berhasil Turun Signifikan
(Dok. Diskominfo Sumut)
Pj Gubernur Sumatera Utara Hassanudin

Kitakini.news -Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka Prevalensi Stunting di Sumatera Utara (Sumut) berhasil turun menjadi 18,9 persen atau berkurang sekitar 2,2 persen dari tahun sebelumnya 2022 sebesar 21,1 persen.

Baca Juga:

"Inilah upaya kita menekan angka Stunting hingga mencapai target, kita terus berupaya pada tahun ini kita anggarkan sebanyak Rp370 Miliar. Kita optimis Stunting bisa capai target yang ditetapkan pada tahun 2024 yaitu 14 persen," ujar Pj Gubernur Sumut Hassanudin di kepada wartawan di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (21/3/2024).

Sesuai data SKI 2023, Sumut berada diurutan kesembilan dengan angka Prevalensi Stunting terendah se-Indonesia. Angka Prevalensi Sumut tersebut juga berada dibawah angka Prevalensi nasional yakni 21,5 persen.

"Kita juga berada dibawah nasional, tapi tahun ini kita kejar target 14 persen dan kita pasti bisa," imbuhnya.

Selama tahun 2023, Pemprovsu telah melakukan berbagai upaya kolaboratif untuk menekan angka stunting. Upaya tersebut berhasil menurunkan angka stunting sebesar 2,2 persen.

"Selain Pemprovsu, upaya penurunan Stunting ini juga upaya kolaboratif dari semua pihak, hasilnya penurunan Stunting ini, kita terus perkuat koordinasi dan sinergi," tuturnya.

Disampaikan juga, upaya pengendalian Prevalensi Stunting di Sumut, merupakan prioritas daerah bahkan nasional. Untuk itu, perlu jadi perhatian bersama seluruh pihak.

"Upaya pengendalian Prevalensi Stunting di Sumut adalah sebuah prioritas yang tak terbantahkan, kami akan terus berkomitmen untuk mengintensifkan langkah-langkah kami dalam memerangi masalah ini," tuturnya.

Masih kata Hassanudin, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, salah satunya akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Untuk itu, Pemprovsu berkomitmen terus meningkatkan efektivitas program intervensi yang ada. Sembari mengembangkan inisiatif baru yang lebih inovatif dan terarah.

"Misalnya percepatan intervensi langsung pada ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan remaja," terangnya.

Masa depan generasi Sumut tergantung pada tindakan-tindakan generasi pemegang kebijakan sekarang.

"Masa depan generasi kita tergantung pada tindakan-tindakan kita hari ini, kami terus memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat," pungkasnya. (**)


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Buka Musrenbang RPJPD Medan 2025-2045, Hassanudin: Keselarasan Rencana Pembangunan Kunci Indonesia Emas

Buka Musrenbang RPJPD Medan 2025-2045, Hassanudin: Keselarasan Rencana Pembangunan Kunci Indonesia Emas

Hassanudin: Pemprovsu Terus Bekerja Kendalikan Inflasi

Hassanudin: Pemprovsu Terus Bekerja Kendalikan Inflasi

Sambut Indonesia Emas, ASN Diminta Berikan Pelayanan Terbaik Sambut

Sambut Indonesia Emas, ASN Diminta Berikan Pelayanan Terbaik Sambut

Hassanudin: Pelaksanaan PON XXI Sesuai Jadwal

Hassanudin: Pelaksanaan PON XXI Sesuai Jadwal

Hassanudin Harap IPPAT Berikan Solusi Pelayanan Cepat, Tepat dan Pasti

Hassanudin Harap IPPAT Berikan Solusi Pelayanan Cepat, Tepat dan Pasti

Indeks Daya Saing Digital Sumut Masuk 10 Besar Nasional

Indeks Daya Saing Digital Sumut Masuk 10 Besar Nasional

Komentar
Berita Terbaru