Selasa, 18 Juni 2024

Soal Konten Porno di Twitter, Sturman Panjaitan: Kebijakan Twitter Jangan Berlaku di Indonesia

Guruh Ismoyo - Selasa, 11 Juni 2024 05:03 WIB
Soal Konten Porno di Twitter, Sturman Panjaitan: Kebijakan Twitter Jangan Berlaku di Indonesia
(Istimewa)
Ilustrasi, Plaform Twiiter

Kitakini.news -Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Sturman Panjaitan mewanti-wanti agar kebijakan Platform Twitter atau X yang mengizinkan konten dewasa berbau pornografi tidak berlaku di Indonesia. Sebab, negara ini memiliki kebijakan tersendiri mengenai peredaran konten pornografi.

Baca Juga:

"Sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan termasuk Undang-Undang ITE. Pronografi, pornoaksi dan sejenisnya yang bersifat porno itu tidak dibenarkan. Kalau Twiter atau X diluar Indonesia, silahkan. Tapi kalau di Indonesia, kita punya aturan sendiri," tegas Sturman di Jakarta baru-baru ini.

Hal ini disampaikan Sturman merespon ramainya pemberitaan platform Twitter atau X yang mengizinkan konten dewasa yang berbau pornografi.

Seperti diketahui, aturan mengenai penyebaran konten asusila yang berlaku di Indonesia termuat dalam salah satu undang-undang, yakni Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Maka dari itu, Struman menilai pemerintah harus melarang peredaran pornografi di Indonesia, khususnya di platform X yang ada di Indonesia.

"Kita akan laporkan lagi ke pimpinan, saya sebagai anggota akan melaporkan ini, agar itu tidak menjadi bagian dari pornografi yang masuk ke Indonesia. Karena ini memang isu yang cukup rawan. Kita sesuai dengan peraturan perundang-undangan saja jadi tidak diluar itu," tukas Sturman.

Sebagai informasi, kebijakan izin konten itu ramai diperbincangkan setelah X memperbarui informasi di pusat bantuannya pada akhir Mei 2024.

Dalam pusat bantuannya, X menyampaikan bahwa konten dewasa boleh diunggah di platformnya asal diproduksi dan disebarkan secara konsensual oleh pemilik akun.

Lebih lanjut disebutkan, pemilik akun yang berusia di bawah 18 tahun dan tidak memasukkan data kelahiran di profilnya, X memastikan konten dewasa di platformnya tidak bisa diakses.(**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
DPR-RI Pertanyakan Pemberian Izin Kelola Tambang Bagi Ormas Keagamaan

DPR-RI Pertanyakan Pemberian Izin Kelola Tambang Bagi Ormas Keagamaan

Konten Porno Boleh Tampil di X, Kemenkominfo Siap Kirim Surat

Konten Porno Boleh Tampil di X, Kemenkominfo Siap Kirim Surat

Irenen Yusiana Pertanyakan Kontribusi Tapera Bagi Kebutuhan Pekerja

Irenen Yusiana Pertanyakan Kontribusi Tapera Bagi Kebutuhan Pekerja

Ditegur Memakai Pakaian Ketat, Anak SMA Tewas Gantung Diri

Ditegur Memakai Pakaian Ketat, Anak SMA Tewas Gantung Diri

Dana White Sebut Nama Jon Jones  di Peringkat 1 Pound for Pound UFC Bukan Islam Makhachev, Apa Iya?

Dana White Sebut Nama Jon Jones di Peringkat 1 Pound for Pound UFC Bukan Islam Makhachev, Apa Iya?

DPR-RI Desak Polisi Teliti dan Telusuri Kembali Kasus Kematian Vina

DPR-RI Desak Polisi Teliti dan Telusuri Kembali Kasus Kematian Vina

Komentar
Berita Terbaru