Rabu, 22 Mei 2024

Teknologi Modifikasi Cuaca, BMKG Halau Hujan di Lokasi Bencana Sumbar

Azzaren - Kamis, 16 Mei 2024 16:30 WIB
Teknologi Modifikasi Cuaca, BMKG Halau Hujan di Lokasi Bencana Sumbar
Teks foto : Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, ada keunikan potensi hujan di Sumatera Barat jika dibandingkan dengan daerah lain. (Bonar)

Kitakini.news - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama tim terkait menghalau turunnya hujan di lokasi banjir bandang di Sumatera Barat.

Baca Juga:

Hal ini menghentikan laju turunnya curah hujan sehingga mempermudah pencarian korban banjir bandang. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Rabu (15/5/2024), akan terjadi puncak cuaca ekstrim hingga 22 Mei mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah langit Sumatera Barat untuk menyemai awan hujan sebelum memasuki wilayah bencana.

Sebanyak 15 ton garam disiapkan untuk disemai sebanyak tiga kali sortir penerbangan satu hari dan berlangsung dalam lima hari ke depan.

Berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), operasi TMC akan dilakukan dengan bantuan personel TNI. Operasi TMC merupakan cara modifikasi cuaca dengan mencabut zat NaCI di langit menggunakan pesawat dan dianggap paling efektif untuk mengendalikan potensi awan hujan.

Lokasi penyemaian di Sumbar bagian barat untuk menghalau suplai awan yang diperkirakan akan masuk ke arah pegunungan Marapi akibat adanya angin darat.

Kemudian, penyemaian di sebelah timur bukit barisan untuk menghalau awan-awan yang akan bergerak menuju bukit barisan agar tidak menambah hujan di sebelah barat bukit barisan hingga gunung Marapi.

Hasil survei lapangan menunjukkan endapan erupsi Gunung Marapi volumenya mencapai 1,3 juta meter kubik dan yang baru turun baru sekitar 300 meter kubik.

Adapun lebar endapan lahar diperkirakan mencapai 500-700 meter. Sehingga, ketika hujan dengan intensitas sangat lebat memungkinkan material endapan batu vulkanik bisa terbawa turun ke pemukiman warga.

Operasi TMC akan berusaha menghalau awan-awan hujan yang saat ini posisinya terpantau di sebelah timur Bukit Barisan. Sehingga dengan TMC diharapkan dapat mencegah pergerakan awan hujan untuk memasuki kawasan lereng Gunung Marapi yang berpotensi membahayakan kawasan bencana.

Dengan dilakukan operasi TMC akan memudahkan proses pencarian korban, evakuasi, dan normalisasi lingkungan seperti penguatan lereng sungai dan perbaikan jalan-jalan yang putus akibat diterjang banjir lahar hujan dan banjir bandang pada Sabtu, (11/5/2024) malam.

Menurut Dwikorita Karnawati, ada keunikan potensi hujan di Sumatera Barat jika dibandingkan dengan daerah lain. Di Sumbar, selain hujan lokal, juga sering mendapatkan kiriman awan memicu hujan lebat di daerah ini.

Sehingga, daerah Sumatra Barat sering mendapatkan bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor mengakibatkan banyak korban jiwa.

Daerah Sumbar katanya, melintang di daerah atau jalur khatulistiwa, sering kedatangan kiriman awan-awan hujan dari Samudera Hindia sebelah timur Afrika. Jadi, hujan yang turun di Sumbar bukan hanya hujan lokal, tetapi awan-awan kiriman itu menjadi hujan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Korban Bencana Alam Sumbar sudah 50 Orang, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Korban Bencana Alam Sumbar sudah 50 Orang, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Banjir Bandang, BMKG Sumbar Ingatkan agar Waspadai Bencana Alam

Banjir Bandang, BMKG Sumbar Ingatkan agar Waspadai Bencana Alam

Sebanyak 35 Orang Meninggal Dunia dan 19 Masih Dicari, Dampak Banjir Bandang Sumbar

Sebanyak 35 Orang Meninggal Dunia dan 19 Masih Dicari, Dampak Banjir Bandang Sumbar

Puluhan Orang Tewas di Sumbar, Polisi Percepat Perbaikan Jalan

Puluhan Orang Tewas di Sumbar, Polisi Percepat Perbaikan Jalan

Banjir Terjang Kampung Sinuruik Pasbar

Banjir Terjang Kampung Sinuruik Pasbar

Tim Gabungan Temukan Satu Korban Banjir Bandang Pessel Terhimpit Kayu

Tim Gabungan Temukan Satu Korban Banjir Bandang Pessel Terhimpit Kayu

Komentar
Berita Terbaru