Warga Temukan Jasad Diduga Korban Banjir Bandang Padangsidimpuan di Desa Labuhanraskoki
Kitakini.news - Warga Desa Labuhanrasoki, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di pinggir Sungai Batang Angkola. Mayat tersebut diduga merupakan korban banjir bandang yang terjadi pada Kamis, 13 Maret 2025 lalu.
Baca Juga:
Tim Basarnas dan petugas kepolisian segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Proses evakuasi dilakukan pada Selasa (18/3/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
Seorang warga bermarga Hasibuan yang pertama kali menemukan mayat mengungkapkan bahwa saat itu ia hendak menjala ikan di Sungai Batang Angkola.
"Saya mencium bau busuk yang menyengat, lalu mengajak warga lain untuk mencari sumber bau tersebut. Setelah tumpukan sampah dibuka, terlihat lutut manusia," ujarnya.
Setelah memastikan temuan tersebut adalah jasad manusia, warga segera menghubungi Bhabinkamtibmas dan Tim Basarnas. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Kota Padangsidimpuan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bencana Tapteng dan Sibolga, Sejumlah Korban masih Tertimbun, 176 Meninggal dan 53 Hilang
Negara Tak Serius, DPRD Sumut Suarakan “Nias Merdeka”
Pasca Banjir Bandang, Warga Manfaatan Kayu Gelondongan untuk Bangun Rumah
Polres Tapteng Salurkan 9.000 Liter Air ke Empat Titik Terdampak Banjir Bandang Tukka
Polda Riau Turunkan 390 Personel dan 34 Psikolog ke Kabupaten Agam, Sumbar
Kunjungi Kota Sibolga, Menteri ESDM Pastikan Percepatan Pemulihan Infrastruktur dan Listrik
Menggila di SEA Games Thailand! Rizki Juniansyah Pecahkan Dua Rekor Dunia dan Persembahkan Emas Bersejarah untuk Indonesia
Sakit Pinggang Bukan Incar Orang Tua Saja, Anak Muda juga Kena
Bangkit dari Bencana Alam di Taput, Warga Nyalakan Seribu Lilin
Mati karena Bencana di Sumut, Orangutan Tapanuli Makin Rawan
Mantan Menpora Bela Davina Karamoy, Ibu: Kayak Gak Ada Laki-Laki Lain
Bencana Tapteng dan Sibolga, Sejumlah Korban masih Tertimbun, 176 Meninggal dan 53 Hilang
Warga Desa Poncowarno Demo Kampus USU, Tuntut Tanggung Jawab Alih Fungsi Sawah Jadi Kebun Sawit