Kongres PSSI Sumut Berjalan Sesuai Statuta, Arya Sinulingga Ungkap Transformasi Sepak Bola
Pelaksana Tugas Ketua PSSI Sumut, Arya Sinulingga, memanfaatkan forum kongres untuk menyampaikan capaian signifikan selama periode kepemimpinannya 2024–2026. Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama kemajuan sepak bola Sumatera Utara.
Baca Juga:
"Sebelumnya kita hanya memiliki satu instruktur. Sekarang sudah ada 13 coach educator. Pemain-pemain Sumut hasil PON 2024 mayoritas sudah bermain di level profesional. Dari sisi perwasitan, kita telah melahirkan 183 wasit berlisensi C1, C2, dan C3," ujar Arya di hadapan peserta kongres.
Tak hanya sepak bola putra, PSSI Sumut juga menaruh perhatian pada pengembangan sepak bola putri dengan tetap menjadikan Piala Pertiwi sebagai agenda resmi. Selain itu, program peningkatan kualitas perangkat pertandingan turut diperkuat melalui pelaksanaan kursus Match Commissioner dan wasit berjenjang.
Dalam kesempatan tersebut, Arya juga mengumumkan perubahan penting dalam statuta organisasi. Salah satunya adalah penghapusan istilah Asprov, yang kini resmi berganti menjadi PSSI Provinsi Sumatera Utara.
"Ke depan, kita tidak lagi menggunakan istilah Asprov, tetapi PSSI Provinsi Sumatera Utara. Ketua PSSI Sumut terpilih nantinya juga akan langsung memilih ketua Askab dan Askot di masing-masing daerah, sesuai statuta PSSI," jelasnya.
Terkait pelaksanaan kompetisi, Arya menegaskan bahwa PSSI Sumut akan fokus menjalankan peran sebagai regulator. Sementara itu, aspek operasional kompetisi akan diserahkan kepada pihak operator khusus.
"Kita hanya sebagai regulator. Untuk pelaksanaan kompetisi akan ditangani operator. Ke depan, Liga 4 juga kita programkan menggabungkan klub-klub dengan instansi," tambahnya.
Pada sektor pengembangan SDM, PSSI Sumut telah menyusun kalender rutin kursus kepelatihan dan perwasitan. Lisensi D dijadwalkan setiap dua bulan, lisensi C setiap empat bulan, dan lisensi B satu kali dalam setahun. Sementara untuk wasit, kursus C3 digelar dua bulan sekali, C2 empat bulan sekali, dan C1 setahun sekali. Program kursus pelatih kiper level 1 dan 2 juga masuk agenda resmi.
Selain itu, PSSI Sumut memperkenalkan Liga Mini Soccer 7v7 sebagai program baru yang akan digelar dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Kompetisi ini diproyeksikan menjadi wadah kompetitif bagi pemain berusia 18 tahun ke atas.
Dalam kongres tersebut, PSSI Sumut juga mengesahkan lima klub baru sebagai calon anggota, yakni Satria Muda FC Sergai, Serdang Bedagai Jaya, Binjai City, Efarina United Simalungun, dan Sejati Jaya Sergai. Sebaliknya, sebanyak 23 klub diberhentikan status keanggotaannya karena dinilai tidak aktif.
Kongres Biasa PSSI Provinsi Sumatera Utara sendiri diikuti oleh perwakilan 16 klub, 19 Askab/Askot, serta sejumlah asosiasi terkait.
Perwakilan PSSI Sumut, Yosephine Sembiring, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai aturan.
"Kongres Biasa PSSI Sumut berlangsung lancar dan sesuai statuta, dihadiri perwakilan klub, Askab, Askot, serta asosiasi," ungkap Yosephine.
Kongres Biasa PSSI Sumut Rampung Satu Jam, Program 2026 Dipaparkan Jelas
Sepak Bola Sumut Bangkit! Gebrakan Arya Sinulingga Gaet Timnas dan Cetak Pelatih
Festival Sepakbola Usia Dini ‘Utamasia Youth Competition 2025’ Jadi Contoh Ideal Pembinaan Talenta Muda
Selama Nataru, Ruas Tol Padang Tiji – Seulimeum Aceh, Kuala Tanjung – Indrapura, Tanjung Pura – Pangkalan Brandan dan Padang – Sicincin, Dibuka
Tim Sepakbola Sumut Bertolak ke Jakarta untuk Persiapan PON XXI 2024