Mahasiswa Soroti Pengelolaan Anggaran Sekwan DPRD Sumut Tak Transparan

Kitakini.news
- Sejumlah mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Transparan Sumatera Utara
(GMPET-SU) menggelar aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Senin
(27/2/2023). Mereka menyoroti pengelolaan anggaran di gedung wakil rakyat itu,
yang terkesan tidak transparan.
Baca Juga:
Sambil membawa spanduk yang meminta Gubsu memanggil Sekwan terkait berbagai dugaan penyimpangan anggaran, Kordinator Aksi Taufik Hidayat mensinyalir sejumlah kegiatan di APBD 2022 yang jumlahnya miliaran rupiah terindikasi menyalah.
Salah satu
diantaranya Sistem informasi Perjalanan Dinas (Sijadin) DPRD Sumut yang
dijalankan Sekretaris Dewan DPRD Sumut terkesan tidak ada keterbukaan dan tidak
berguna, padahal sistem itu dibangun dengan anggaran cukup besar.
“Sijadin
tidak berjalan dengan baik. Sistem yang dibangun harus difungsikan sebagaimana
mestinya. Seorang yang melakukan perjalanan dinas harusnya cukup membuat
laporan di Sijadin secara online dan tidak perlu manual lagi,” ungkapnya.
Selanjutnya,
pengelolaan anggaran bagi para hononer yang tidak terbuka, dan sebagian dari
mereka dikabarkan dikenai kutipan oleh oknum tertentu jika melakukan perjalanan
dinas.
"Ada
honorer yang tidak mendapatkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), meski
mereka ditugaskan ikut mendampingi para anggota DPRD Sumut," kata Taufik
Hidayat, didampingi kordinator lapangan Rasyid Daulay.
Selain itu,
mereka juga menyoroti soal kebersihan gedung DPRD Sumut yang kotor dan tidak
difungsikannya gedung sarana olahraga di lantai 5 gedung DPRD Sumut.
“Untuk Cleaning
service diduga tidak bekerja maksimal, itu dapat dilihat dari masih banyaknya
ruangan yang kotor dan teras di belakang ruangan pribadi masing-masing dewan
tidak pernah dibersihkan. Ada indikasi anggarannya difiktipkan. Padahal
anggaran untuk kebersihan cukup besar,” terangnya.
Sedangkan
lanjut Taufik, kondisi ruangan di lantai 5 tampak tidak terawat dengan baik,
sehingga terkesan mubazir.
Taufik juga menyoal Pamdal (pengamanan dalam) atau sekuriti di DPRD Sumut amburadul. “Ada dugaan juga kalau sekuriti di gedung dewan amburadul. Padahal anggaran mereka cukup besar dikeluarkan,” ucapnya.
Aksi
unjukrasa mereka tidak mendapat respon karena sebagain besar wakil rakyat itu
berada di Dapilnya masing-masing untuk tugas sosper dan kegiatan lain.
Menyikapi
tudingan dan dugaan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Transparan Sumatera
Utara (GMPET-SU) itu, Sekretaris DPRD Sumut melalui Kasubag Umum M Ichsan
membantah adanya dugaan permainan dan kecurangan yang terjadi.
"Tidak
ada dugaan seperti itu, dan pada proses pelaksanaan kegiatan semua berjalan
sesuai dengan aturan, dan sudah melalui audit BPK," ujarnya, didampingi
Humas M Sofyan.
Kalau ada
masalah, lanjut Ichsan, tentu Sekretariat DPRD Sumut sudah dimintai keterangan,
dan faktanya, tidak ada dugaan penyimpangan atau ketidaktransparanan.
Ichsan juga
mengherankan pernyataan sikap peserta aksi yang menyebut bangunan di lantai 5
yang disebutkan tempat sarana berolahraga tidak difungsikan.
"Gedung
dewan ini cuma empat lantai, lantai lima itu di tempat AC dan peralatan
penunjang gedung," katanya.
Kalau ada
masalah, lanjut Ichsan, tentu Sekretariat DPRD Sumut sudah dimintai keterangan,
dan faktanya, tidak ada dugaan penyimpangan atau ketidaktransparanan.
Ichsan juga
mengherankan pernyataan sikap peserta aksi yang menyebut bangunan di lantai 5
yang disebutkan tempat sarana berolahraga tidak difungsikan.
"Gedung
dewan ini cuma empat lantai, dan lantai lima itu di tempat AC dan peralatan
penunjang gedung," cetusnya.
Redaksi

Kejagung Mutasi Pejabat, Harli Siregar Gantikan Idianto di Sumut

Dari Penumpas Narkoba hingga Atlet Juara,Kapolda Beri Penghargaan Pada 56 Polisi Sumut

Tiba di Gedung KPK, Ke-6 Tersangka Langsung Masuk

KPK Lakukan OTT di Medan Terkait Proyek Satker PJN Wil I Sumut

Enam Orang Terjaring OTT KPK di Medan, TIba di Kantor KPK
