Sabtu, 30 Agustus 2025

Kasus Pengeroyokan, Tambun Sesalkan Pelaku Masih Berkeliaran

- Rabu, 05 Februari 2025 11:49 WIB
Kasus Pengeroyokan, Tambun Sesalkan Pelaku Masih Berkeliaran
(Kitakini.news/Hendra Ginting)
Boston Samosir alias Tambun korban pengeroyokan saat berada di Mapolres Siantar.

Kitakini.news -Boston Samosir (35) alias Tambun warga Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematang Siantar mengalami lebam dibagian mata dan luka di kepala akibat pengeroyokan 4 orang yang juga warga setempat.

Baca Juga:

"Pengeroyokan itu gegara dirinya tersenggol meja saat para pelaku sedang minum di warung milik Boru Siahaan. Saya juga ke warung itu untuk memenuhi undangan warga, karena bertepatan acara Natal," ujar Tambun kepada wartawan di Kantor Sat Reskrim Polres Pematang Siantar, Selasa (4/2/2025).

Tambun juga mengaku tidak mengetahu kenapa dirinya dikeroyok. "Namanya juga minum Alkohol, ya nggak sengaja meja mereka tersenggolku," ucapnya.

Akibat peristiwa pengeroyokan tersebut, Tambun telah melaporkannya ke Polres Pematang Siantar dengan perkara kasus tindakan Pidana Pengeroyokan Nomor: LP/B/652/XII/2024/SPKT/Polres Siantar/ Polda Sumut, pada 31 Desember 2024 lalu.

Sebagaimana diketahui, peristiwa pengeroyokan itu terjadi disebuah warung Boru Siahaan, Jalan Richardo Siahaan, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, pada 29 Desember 2024, terjadi sekira pukul 04.00 WIB Subuh.

Para pelaku pengeroyokan dikenal bernama Bastian Marbun dan diketahui bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Siantar, Boris Rumahorbo bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ANS) di Kota Jakarta, Dedi bekerja di Papua dan Mikhael Napitupulu.

Keempat para terlapor (Pelaku) bersama korban sesama warga Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan diketahui baru pulang dari perantauan dan sedang menikmati liburan di kampung halaman.

"Kalau menurut warga yang melihat peristiwa itu, keja kali para pelaku mengeroyok saya. Karena saya sudah tak sadar dan ketika siuman sudah berada di rumah sakit," tuturnya.

Namun Tambun menyesalkan hingga kini para pelaku belum ada mendatangi dirinya untuk meminta maaf dan bebas bekeliaran. Tak hanya itu, dirinya malah mendapatkan tindakan kurang menyenangkan dari pelaku.

Seperti dua pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan Tambun, selalu memberikan pandangan yang tidak menyenangkan kepadanya saat berpapasan dilingkungan kampung.

"Sambil menunggu proses hukum berjalan. Sampai sekarang pun pihak dari para pelaku tidak ada mencoba untuk meminta maaf kepada ku dan tak punya itikad baik," pungkasnya.

Sementara itu, pelaksana tugas Kanit Jatanras Satreskrim Polres Siantar, Iptu Chandra Ritonga membenarkan akan pihaknya sedang menangani perkara tinda pidana pengeroyokan.

"Iya ada, saat ini sedang dalam proses penyidikan berlangsung," ucap Chandra. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ketum PP AMPG Minta Satgas dan Security Bersihkan Spanduk Sampah di DPP Golkar

Ketum PP AMPG Minta Satgas dan Security Bersihkan Spanduk Sampah di DPP Golkar

Jakarta Diguncang Gempa 4,9 SR, BMKG: Berpusat di Tenggara Bekasi

Jakarta Diguncang Gempa 4,9 SR, BMKG: Berpusat di Tenggara Bekasi

Perkelahian di Bukit Simarsayang Padangsidimpuan, Polisi Duga Seorang jadi Korban Pengeroyokan

Perkelahian di Bukit Simarsayang Padangsidimpuan, Polisi Duga Seorang jadi Korban Pengeroyokan

Oknum Brimob dan PNS Diduga Aniaya dan Bakar 2 Pemuda di Deli Serdang

Oknum Brimob dan PNS Diduga Aniaya dan Bakar 2 Pemuda di Deli Serdang

Honorer Dinas Kebersihan Diringkus Polisi, Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Honorer Dinas Kebersihan Diringkus Polisi, Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Dua Warga Siantar Martoba Miliki 17 Paket Sabu ini Sedang Menunggu Pembeli Sebelum Diringkus

Dua Warga Siantar Martoba Miliki 17 Paket Sabu ini Sedang Menunggu Pembeli Sebelum Diringkus

Komentar
Berita Terbaru