Kamis, 25 Juli 2024

Satgas Pemberantasan Judi Online Sasar Minimarket

Fitri - Rabu, 19 Juni 2024 20:20 WIB
Satgas Pemberantasan Judi Online Sasar Minimarket
Instagram.com/@hadi.tjahjanto
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dalam konfrensi pers di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
Kitakini.news - Satgas Pemberantasan Judi Online menyiapkan beberapa langkah taktis dalam kerjanya. Salah satunya adalah menyasar minimarket, tepatnya menertibkan top up dengan modus game online.

Hal ini diungkapkan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dalam konfrensi pers di Jakarta, Rabu (19/6/2024), bahkan, dia mengatakan akan menutup top up yang terafiliasi judi online melalui minimarket.

Baca Juga:

"Modusnya adalah membeli pulsa atau top up di mana di minimarket," sebut Hadi.

"Sasarannya adalah yang akan kita lakukan satgas adalah menutup pelayanan top up online yang terafiliasi karena pengisian pulsa di minimarket kan bisa juga pulsa bukan untuk permainan judi online," tambahnya.

Hadi juga meminta kepada TNI dan Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibmas untuk melakukan pengecekan dan penutupan akun top up tersebut.

"Dalam pelaksanaannya nanti secara demografi di mana saja yang paling banyak nanti dari kepala PPATK akan memberikan data tersebut. Sasarannya tepat langsung kepada minimarket-minimarket yang jual top up," ungkapnya.

Sebelumnya, selain menyasar minimarket, Hadi juga mengungkapkan bahwa Satgas Pemberantasan Judi Online yang dipimpinnya akan melakukan dua operasi penegakan hukum lainya dalam waktu dekat.

"Yang pertama adalah sesuai dengan laporan PPATK bahwa ada 4 ribu sampai dengan 5 ribu rekening yang mencurigakan dan sudah diblok. Tindak lanjutnya adalah PPATK segera melaporkan ke penyidik Bareskrim Polri walaupun PPATK juga memiliki wewenang untuk membekukan selama 20 hari," katanya.

Setelah dilaporkan kepada penyidik Bareskrim, kata Hadi, maka penyidik Bareskrim juga akan membekukan rekening tersebut dan memiliki waktu 30 hari untuk mengumumkan terkait pembekuan rekening tersebut.

"Setelah 30 hari tidak ada yang melaporkan bahwa pembekuan rekening tersebut berdasarkan putusan pengadilan negeri, aset uang yang ada di rekening itu akan kita ambil dan kita serahkan kepada negara," jelasnya.

Setelah 30 hari pengumuman itu maka pihak kepolisian juga akan bisa memanggil pemilik rekening dan melakukan pendalaman dan memproses secara hukum.

Operasi yang kedua, kata Hadi, satgas akan melakukan penindakan jual beli rekening. Jual beli rekening memiliki modus para pelaku datang ke desa-desa atau kampung-kampung dengan membuka rekening secara online.

"Setelah rekening jadi, rekening tersebut diserahkan oleh pelaku tadi kepada pengepul bisa juga ratusan rekening. Oleh pengepul dijual ke bandar-bandar tadi rekeningnya dan oleh bandar digunakan untuk transaksi judi online," pungkas Hadi.*

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sambut HBA ke-64, Kajari Medan Ajak Muspika Lebih Aktif

Sambut HBA ke-64, Kajari Medan Ajak Muspika Lebih Aktif

Ibu Benteng Ketahanan Cegah Anak dan Keluarga Terlibat Judi Online

Ibu Benteng Ketahanan Cegah Anak dan Keluarga Terlibat Judi Online

Lagi, Polsek Manduamas Tangkap Pelaku Judi di Sirandorung Tapteng

Lagi, Polsek Manduamas Tangkap Pelaku Judi di Sirandorung Tapteng

Sindikat Judi Online Retas dan Sewakan Situs Pemerintah

Sindikat Judi Online Retas dan Sewakan Situs Pemerintah

Kasus Judi Online di KPK: 17 Pegawai Terlibat, Langkah Tegas Diambil

Kasus Judi Online di KPK: 17 Pegawai Terlibat, Langkah Tegas Diambil

Wagirin Arman Desak Kepala PPATK Umumkan 1000 Nama Anggota DPR dan DPRD Terlibat Judi Online

Wagirin Arman Desak Kepala PPATK Umumkan 1000 Nama Anggota DPR dan DPRD Terlibat Judi Online

Komentar
Berita Terbaru