Selasa, 18 Juni 2024

Kasus Korupsi IPAL di Padang Sidempuan, Binsar Situmorang Dituntut 6 Tahun Penjara

Abimanyu - Senin, 10 Juni 2024 23:30 WIB
Kasus Korupsi IPAL di Padang Sidempuan, Binsar Situmorang Dituntut 6 Tahun Penjara
(Kitakini.news/Abimanyu)
Suasana sidang perkara korupsi IPAL Padang Sidempuan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Medan.

Kitakini.news - Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut), Binsar Situmorang, dituntut 6 tahun penjara terkait dugaan kasus korupsi pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Padang Sidempuan Tahun 2020.

Baca Juga:

Selain Binsar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut 2 rekanan, yaitu Franky Panggabean dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 4 tahun penjara kepada terdakwa Dumaris Simbolon.

JPU menilai perbuatan para terdakwa telah memenuhi unsur-unsur melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primer JPU.

Adapun dakwaan primer tersebut, yaitu Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) No. 31 Tahun 1999 sebagaiman telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Binsar Situmorang oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 tahun," ucap JPU Khairurrahman di Ruang Sidang Cakra II Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (10/6/2024).

Kemudian, Jaksa juga menuntut Binsar untuk membayar denda sebesar Rp200 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun.

Salah satu hal memberatkan sehingga Jaksa menuntut dengan pidana tersebut ialah lantaran Binsar tidak kooperatif dan sebelumnya sudah pernah dihukum dalam kasus Tipikor juga.

"Pidana denda sebesar Rp200 juta kepada terdakwa Franky Panggabean subsider 1 tahun kurungan dan pidana denda sebesar Rp50 juta kepada terdakwa Dumaris Simbolon subsider 6 bulan kurungan," tambah Khairurrahman.

Tak sampai situ, JPU juga menuntut para terdakwa untuk membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp491.873.966 (Rp491 juta). Dikatakan JPU, ketiga terdakwa pun telah membayarkan UP tersebut.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, selanjutnya Majelis Hakim yang diketuai Nani Sukmawati menunda persidangan hingga Senin (24/6/2024) dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pleidoi) dari para terdakwa. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Idul Adha 1445 H, Polres Padangsidimpuan Sembelih Sembilan Hewan Kurban

Idul Adha 1445 H, Polres Padangsidimpuan Sembelih Sembilan Hewan Kurban

Tak Surut Dengan Caci dan Kritik, Polres Padangsidimpuan Jaga Komitmen Program SANTABi

Tak Surut Dengan Caci dan Kritik, Polres Padangsidimpuan Jaga Komitmen Program SANTABi

Idul Adha Tahun Ini, Pemko Sidimpuan dan Jajaran Tak Sembelih Hewan Kurban

Idul Adha Tahun Ini, Pemko Sidimpuan dan Jajaran Tak Sembelih Hewan Kurban

Dua Terdakwa Pencurian Arus Listrik Penambangan Bitcoin Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Pencurian Arus Listrik Penambangan Bitcoin Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Ada Korupsi Masal Rp39 Miliar, BPK Sebut Soal Perjalanan Dinas PNS

Ada Korupsi Masal Rp39 Miliar, BPK Sebut Soal Perjalanan Dinas PNS

Rokok Ilegal Beredar Marak, Polres Padangsidimpuan Razia Sejumlah Toko

Rokok Ilegal Beredar Marak, Polres Padangsidimpuan Razia Sejumlah Toko

Komentar
Berita Terbaru