Selasa, 13 Januari 2026

Langgar Kesejahteraan Hewan, Atraksi Lumba-lumba Dihentikan Permanen

Fitri - Senin, 19 Mei 2025 20:58 WIB
Langgar Kesejahteraan Hewan, Atraksi Lumba-lumba Dihentikan Permanen
Ilustrasi/freepik
Atraksi lumba-lumba
Kitakini.news - Perusahaan yang mengelolah atraksilumba-lumba secara permanen ditutup. Perusahaan itu disebut melanggar kesejajteraan hewan.

Melansir berbagai sumber, Senin (19/5/2025), perusahaan itu bernama Dolphinaris Barcelo di Riviera Maya, Meksiko.

Baca Juga:

Pemerintah setempat menyebut perusahaan itu telah melakukan tujuh pelanggaran serius terhadap kesejahteraan hewan.

Salah satu pelanggaran utama adalah tindakan yang membahayakan satwa.

Selain menutup secara permanen, Pemerintah Meksiko menyebut perusahaan pengelola dikenai denda lebih dari 7,5 juta peso (sekitar Rp 6 miliar) atas pelanggaran tersebut.

"Setiap fasilitas yang mengelola mamalia laut memiliki tanggung jawab hukum yang jelas dan wajib dipatuhi sepenuhnya. Kami menegaskan kembali komitmen untuk bertindak tegas demi memastikan perlakuan yang bermartabat terhadap satwa liar yang dipelihara," kata Jaksa Agung Mariana, Boy Tamborrell.

Salah satu insiden yang menjadi perhatian adalah penggunaan lumba-lumba dalam aktivitas hiburan yang melibatkan interaksi langsung dengan pengunjung dalam kondisi yang dinilai membahayakan kesehatan fisik dan mental satwa.

Pada 2020, seekor lumba-lumba dipaksa tampil meskipun mengalami cedera mata.

Investigasi menemukan bahwa lumba-lumba dipaksa tampil berkali-kali dalam sehari tanpa jeda yang memadai, serta tidak mendapat perawatan yang layak sesuai standar kesejahteraan hewan laut.

Selain itu, kepolisian juga menemukan berbagai pelanggaran lain, di antaranya tidak memperlakukan hewan secara bermartabat dan penuh rasa hormat dan tidak melaporkan insiden berbahaya.

Kemudian, menyelenggarakan aksi berbahaya tanpa izin, mengikutsertakan hewan yang sedang dalam perawatan medis dalam pertunjukan.

Kemudian, jumlah interaksi manusia yang berlebihan, kurangnya evaluasi medis berkala, dan suhu air tidak diatur dengan benar.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Soroti Bencana Sumatera, Cinta Laura: Pemerintah Harus Dengar Masyarakat Adat

Soroti Bencana Sumatera, Cinta Laura: Pemerintah Harus Dengar Masyarakat Adat

Rasakan Kepiluan Korban Bencana di Sumbagut, Fanny Ghassani: Saling Jaga, Ini Bumi Kita

Rasakan Kepiluan Korban Bencana di Sumbagut, Fanny Ghassani: Saling Jaga, Ini Bumi Kita

Peduli Banjir dan Longsor di Sumbagut, Vidi Aldiano: Pemerintah Harus Fokus Perbaiki Alam

Peduli Banjir dan Longsor di Sumbagut, Vidi Aldiano: Pemerintah Harus Fokus Perbaiki Alam

Boris Bokir Siapkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor

Boris Bokir Siapkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor

SMI Desak Negara Bertindak Tegas Atasi Darurat Ekologis di Sumatera Utara

SMI Desak Negara Bertindak Tegas Atasi Darurat Ekologis di Sumatera Utara

Air Surut, 8 Lumba Lumba Terdampar di Tambak Kerang Warga di Asahan

Air Surut, 8 Lumba Lumba Terdampar di Tambak Kerang Warga di Asahan

Komentar
Berita Terbaru