Turis Eropa Kompak Batal Kunjungi Amerika
Melansir berbagai sumber, Senin (14/4/2025), situasi politik dan ekonomi yang tidak jelas karena kebijakan Presiden Donald Trump secara nyata membuat Negeri Paman Sam itu kehilangan calon wisatawan mancanegara.
Baca Juga:
Administrasi Perdagangan Internasional (ITA) menyebut total pengunjung luar negeri yang bepergian ke Amerika Serikat turun 12 persen tahun-ke-tahun pada Maret.
Ini merupakan penurunan paling tajam sejak Maret 2021 ketika sektor perjalanan tersendat akibat pandemi Covid-19
Contohnya, pelancong dari Eropa barat yang menginap satu malam di Amerika turun 17 persen pada Maret dibandingkan tahun lalu.
Perjalanan wisatawan dari beberapa negara seperti Norwegia dan Jerman ke Amerika Serikat juga mencatat penurunan sebesar 20 persen lebih.
"Hanya dalam dua bulan (Trump) telah menghancurkan reputasi Amerika Serikat, yang ditunjukkan dengan berkurangnya kunjungan dari Uni Eropa ke AS," kata Paul English, salah satu pendiri situs web perjalanan Kayak.
Beberapa negara Eropa telah memperbarui imbauan perjalanan mereka dengan memperingatkan adanya peningkatan risiko apabila warga bepergian ke Amerika.
Tren penurunan wisatawan ini pun menimbulkan ancaman baru bagi industri pariwisata Amerika, yang menyumbang 2,5 persen dari PDB negara itu senilai $29 triliun (sekitar Rp487 kuadriliun).
Hasil riset Tourism Economics yang berbasis di Oxford bahkan menunjukkan pengunjung internasional ke Amerika untuk tahun 2025 pun turun 9,4 persen setelah Trump mengumumkan perang tarif minggu lalu.
Ekonomi Global Menunjukkan Perbaikan, Tapi Tantangan di China dan Venezuela Tetap Mengkhawatirkan
Thailand dan Jepang Naikkkan Pajak Turis, Empat Negara Ini Juga Sama
Kemenpar Rekomendasikan Danau Toba untuk Libur Nataru
Usai Dihajar Banjir Bandang, Obyek Wisata Guci Siap Sambut Nataru
Drone Dilarang Mengudara di Baduy, Wisatawan Harus Patuh