Indonesia Mau Gaet Wisman dengan Wisata Kuliner
Karena itu, melansir berbagai sumber, Senin (10/2/2025), Indonesia menyoroti kekayaan kuliner sebagai strategi utama untuk menarik lebih banyak wisman.
Baca Juga:
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran wisman selama berkunjung ke Indonesia mencapai Rp21,7 juta pada 2024.
Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa pengeluaran wisatawan sebagian besar digunakan untuk akomodasi serta makanan dan minuman, yang mencapai 57,49 persen dari total pengeluaran mereka.
Pada kuartal keempat 2024, wisman menghabiskan rata-rata Rp20,1 juta per kunjungan dan tinggal di Indonesia selama sekitar 10 malam.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur di Kementerian Pariwisata Hariyanto menyatakan bahwa wisata kuliner menjadi salah satu program prioritas, baik jangka pendek maupun panjang.
Dia menekankan bahwa Indonesia memiliki berbagai hidangan lokal yang bisa dinikmati wisatawan asing. Mulai dari nasi goreng, gado-gado, hingga berbagai jenis soto.
Potensi wisata kuliner Indonesia sangat besar dan dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan asing dibandingkan destinasi di negara lain.
Untuk mendorong wisata kuliner, Kementerian Pariwisata saat ini tengah fokus meningkatkan kualitas produk kuliner agar lebih berdaya saing.
Selain itu, sektor wisata kebugaran, gastronomi, bahari, dan fesyen juga mendapat perhatian lebih.
Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik
BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026
Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang
Rusak Lingkungan, Presiden Prabowo Cabut Izin PT TPL Serta 27 Perusahaan Lainnya di Sumut, Aceh dan Sumbar
Efek Konflik Manusia dan Gajah Liar, Way Kambas Tutup Layanan Wisata