Atlet NPC Sumut Tampil Heroik di Negeri Gajah Putih, Kunci 15 Emas ASEAN Para Games
Secara keseluruhan, atlet-atlet Sumatera Utara menyumbangkan 15 medali emas, 13 perak, dan 4 perunggu untuk Merah Putih. Cabang olahraga para atletik dan para catur menjadi penyumbang medali terbanyak, disusul blind judo yang turut menyumbang emas.
Baca Juga:
Cabang para atletik mencatatkan 7 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, sementara para catur tampil dominan dengan 7 emas, 9 perak, dan 2 perunggu. Adapun blind judo menambah koleksi melalui 1 emas dan 2 perak.
Ketua NPC Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting, mengaku bersyukur target yang dicanangkan sejak awal dapat terealisasi sesuai rencana.
"Hasil ini sesuai target kita dari awal yakni 15 medali emas sesuai saya sampaikan kepada Kadispora Sumut dan Alhamdulillah targetnya tercapai," ujar Alan, Senin (26/1/2026).
Meski demikian, Alan yang juga pelatih para atletik Indonesia tersebut mengungkapkan tidak semua target berjalan mulus. Beberapa atlet harus puas tanpa medali, sementara sebagian lainnya justru tampil di luar ekspektasi.
"Namun, ada tiga atlet kita yang belum berhasil meraih medali, yakni Salman di cabor para atletik, Nurtani Purba di para angkat berat, dan Faldin di tenpin bowling putra. Namun, mereka sudah berjuang maksimal untuk bisa persembahkan medali bagi kontingen Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, Alan berharap capaian di APG Thailand menjadi bahan evaluasi sekaligus pemantik semangat bagi atlet Sumatera Utara menatap Asian Para Games 2025 di Nagoya, Jepang.
"Dari 15 atlet kita ini, ada juga yang sukses memecahkan rekor atas nama pribadi di ASEAN Para Games. Saya ucapkan terima kasih juga kepada Kadispora dan semua pihak yang telah mensupport atlet kita selama berjuang di ASEAN Para Games Thailand," kata mantan atlet lempar cakram tersebut.
Salah satu sorotan datang dari Nur Ferry Pradana yang tampil luar biasa di cabang para atletik. Ia menyabet tiga medali emas dari nomor lari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter T47 putra. Torehan tersebut terasa istimewa karena diraih di tengah kondisi cedera.
"Pertandingan di ASEAN Para Games tahun ini menjadi pertandingan terberat bagi saya. Bukan karena lawannya, tetapi berjuang melawan kondisi atau tepatnya 3 minggu lalu masih cedera dan berjuang untuk pemulihan," ungkap Nur Ferry.
Dari cabang para catur putri, Khairunnisa juga tampil konsisten dengan mempersembahkan dua emas dan dua perak. Ia menilai persaingan tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan edisi sebelumnya.
"Alhamdulillah, masih bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Meski sempat terkendala di babak awal, tapi bersyukur bisa tampil konsisten dan dapat lagi medali emas," ujarnya.
Sementara itu, secara keseluruhan Indonesia finis di posisi runner-up klasemen akhir APG 2025 dengan raihan 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Gelar juara umum menjadi milik tuan rumah Thailand yang mengoleksi 176 emas, 155 perak, dan 157 perunggu.
Itu berarti lebih dari 11 persen medali emas Indonesia disumbangkan atlet Sumut, belum lagi medali perak maupun perunggu.
Prestasi para atlet NPC Sumatera Utara ini kembali menegaskan peran penting daerah dalam menjaga kejayaan Indonesia di level internasional, sekaligus membuka optimisme menuju ajang yang lebih besar di masa mendatang.
Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik
BEI Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal untuk Masyarakat Indonesia di 2026
Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang
Rusak Lingkungan, Presiden Prabowo Cabut Izin PT TPL Serta 27 Perusahaan Lainnya di Sumut, Aceh dan Sumbar
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara