Bayern Munich 1–2 Augsburg: Rekor 18 Laga Tanpa Kekalahan Berakhir di Allianz Arena
Kekalahan ini terasa semakin pahit karena Bayern sempat unggul lebih dulu dan tampil dominan hampir sepanjang pertandingan. Namun, dua gol telat Augsburg membungkam publik Allianz Arena dan mengakhiri aura tak tersentuh pasukan Vincent Kompany.
Baca Juga:
Dominasi Bayern, Efektivitas Augsburg
Bayern membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Hiroki Itō, yang menanduk bola hasil sepak pojok Michael Olise. Gol tersebut mempertegas dominasi tuan rumah di babak pertama. Statistik penguasaan bola dan jumlah peluang sepenuhnya memihak Bayern, tetapi keunggulan 1-0 tak mampu diperlebar.
Augsburg tampil disiplin dan sabar menunggu momentum. Petaka bagi Bayern datang di menit ke-75 ketika debutan Arthur Chaves memanfaatkan kemelut dari situasi bola mati untuk menyamakan skor. Hanya tujuh menit berselang, Allianz Arena terdiam: Han-Noah Massengo melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Jonas Urbig.
Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir. Bayern menyerang habis-habisan di sisa waktu, namun pertahanan Augsburg tampil heroik.
Kekalahan Pertama Setelah 18 Laga
Hasil ini mengakhiri laju impresif Bayern yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 18 pertandingan beruntun (16 menang, dua seri). Meski masih kokoh di puncak klasemen Bundesliga, kekalahan ini menjadi peringatan keras bahwa dominasi Bayern musim ini tidak kebal terhadap kesalahan kecil.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, tak menutupi kekecewaannya. Dalam rangkaian pernyataannya kepada media, Kompany menyoroti detail-detail krusial yang membuat timnya kehilangan poin penuh.
"Kami mengontrol pertandingan untuk waktu yang lama, tetapi sepak bola bukan hanya soal dominasi. Ketika Anda tidak mematikan laga lebih awal, lawan akan selalu punya peluang," ujarnya.
Soal konsentrasi di momen krusial juga menjadi masalah yang membuat keunggulan akhirnya berbuah dua gol balasan.
"Dua situasi bola mati dan transisi menentukan hasil. Di level ini, kehilangan fokus beberapa menit saja bisa sangat mahal," kata dia.
Menanggapi berakhirnya rekor tak terkalahkan, menurut Kompany, timnya jarus bisa memberikan reaksi dengan kembali ke jalur kemenangan.
"Kami tidak senang kalah, itu jelas. Tapi musim masih panjang. Rekor tidak memenangkan gelar, reaksi kami setelah kekalahan ini yang paling penting," ucap pria 39 tahun itu.
Pukulan Sekaligus Peringatan
Kekalahan dari Augsburg bukan sekadar hasil buruk, melainkan sinyal bahwa Bayern masih memiliki celah, terutama dalam menjaga konsistensi hingga menit akhir. Bagi Augsburg, kemenangan ini menjadi salah satu hasil terbesar mereka musim ini dan dorongan moral penting dalam perjuangan menjauh dari papan bawah.
Bagi Bayern dan Kompany, malam dingin di Munich ini menjadi pengingat sederhana namun keras: bahkan raksasa pun bisa jatuh jika lengah sesaat.
Sumber: evrimagaci.org
Bayern Bawa Pulang Kemenangan Dramatis 3–1 atas Sporting CP
Malam Spektakuler Liga Champions: PSG Menang Besar, Liverpool Dipermalukan PSV
Arsenal Hancurkan Bayern 3–1 di Emirates: Malam Spektakuler Mantapkan Dominasi The Gunners di Liga Champions
Bentrok Raksasa: Arsenal vs Bayern, Laga Penentu Siapa Raja Eropa Sebenarnya
Awal Musim Gemilang: Selain Liverpool, Tiga Raksasa Eropa Tampil Sempurna dan Lebih Dominan