UFC 324 Memanas: Paddy Ancam Hancurkan Gaethje, Justin Ingin Buat Pimblett 'Ngompol'
Kitakini.news - UFC324 digelar pada 24 Januari 2026 atau Minggu (26/1/2026) dini hari WIB di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada, dengan pertarungan Justin Gaethje vs Paddy Pimblett sebagai partai utama perebutan sabuk interim kelas ringan. Duel ini menjadi sorotan besar karena menandai pertama kalinya UFC menayangkan kartu eksklusif melalui Paramount+, sekaligus mempertemukan dua petarung dengan gaya bertarung yang sangat kontras dalam satu malam.
Baca Juga:
Justin Gaethje (Amerika Serikat) Petarung veteran dengan rekor 26 kemenangan dan 5 kekalahan, dikenal sebagai striker brutal yang gemar terlibat perang berdiri dan kerap menyelesaikan laga lewat KO.
Paddy "The Baddy" Pimblett (Inggris) Bintang muda dengan rekor 23 kemenangan dan 3 kekalahan, memiliki keunggulan jangkauan serta kemampuan grappling dan BJJ yang tajam. Dia juga masih belum terkalahkan di UFC.
Sesumbar dan Peringatan Keras dari Paddy Pimblett
Paddy Pimblett tampil sangat percaya diri menjelang duel besar ini. Ia bahkan melontarkan pernyataan tajam yang langsung menyasar Gaethje.
"Dia tidak akan pernah sama secara fisik setelah pertarungan ini. Saya akan baik-baik saja. Saya akan menghajarnya dengan cara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, dan saya jamin itu," kata Paddy Pimblett, saat media day UFC 324.
Pimblett juga menertawakan komentar Gaethje yang menyebut dirinya akan dibuat "kencing di celana". Menurutnya, pertarungan ini bukan duel ringan.
Ia menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar adu gengsi, melainkan pertarungan brutal untuk menentukan siapa yang benar-benar layak mendominasi divisi kelas ringan.
Media Inggris pun melaporkan bahwa Pimblett mengirimkan peringatan mengerikan, berjanji akan mendominasi Gaethje dan menjadikan duel ini momen yang tak terlupakan.
Justin Gaethje menanggapi semua sesumbar Pimblett dengan sikap tenang namun penuh ancaman saat konferensi pers UFC 324.
"Saya suka semua yang dia katakan, saya suka kepercayaan dirinya… tapi saya akan melewatinya pada hari Sabtu," ucap Justin Gaethje.
Tak hanya itu, Gaethje juga secara terbuka mengecam komentar Pimblett yang dianggap meremehkan sahabatnya, Dustin Poirier. Ia menyebut Pimblett tidak sopan dan melontarkan sumpah keras menjelang pertarungan.
"Saya akan menyeret dan mempermalukan petarung Inggris itu di dalam oktagon" ucap Justin Gaethje.
Analisis pra-pertarungan menyebut duel ini sebagai pertarungan klasik striker vs grappler.
Gaethje unggul dalam kekuatan pukulan, tekanan agresif saat berdiri, serta pengalaman bertarung di laga-laga besar. Ia telah mengoleksi 14 bonus UFC sepanjang kariernya.
Pimblett lebih unggul dalam submission, jangkauan, dan kontrol grappling, terutama jika pertarungan berhasil dibawa ke matras.
Penggemar dan analis MMA di media sosial ramai berspekulasi soal benturan gaya ini—apakah Pimblett mampu memaksakan pertarungan bawah, atau Gaethje akan menemukan KO cepat lewat "bom di kedua tangannya".
Pertarungan ini bukan sekadar laga utama biasa. Pemenangnya berpeluang besar mendapatkan kesempatan perebutan sabuk kelas ringan penuh, mengingat juara tak terbantahkan Ilia Topuria tengah absen sementara.
UFC 324: Justin Gaethje vs Paddy Pimblett diprediksi menjadi salah satu duel paling panas di awal 2026. Dengan perang urat saraf, komentar pedas dari kedua kubu, perbedaan gaya bertarung yang ekstrem, serta taruhannya yang besar, laga ini diyakini akan menghadirkan aksi brutal, drama tinggi, dan potensi momen ikonik dalam sejarah UFC.
Sumber: DraftKings Network, MMA Fighting, The Sun, UFC Brasil
Puji Ketangguhan Lawan, Gaethje Hancurkan Pimblett dalam Perang Lima Ronde di UFC 324
Umar Nurmagomedov Tampil Dominan, Bungkam Deiveson Figueiredo di UFC 324
Siapa Lawan Petr Yan Selanjutnya: Rematch Merab, Duel Ulang O’Malley, atau Ancaman Baru Nurmagomedov?
Umar Nurmagomedov Pasrah Jika Belum dapat Title Shot: UFC Mungkin Ingin Yan vs O’Malley
JDM Tantang Carlos Prates Demi Tiket Duel Ulang Lawan Islam Makhachev