Arteta Tegaskan Kedewasaan Arsenal Usai Taklukkan Inter di San Siro
Dua gol cepat dari Gabriel Jesus pada menit ke-10 dan 31 menjadi fondasi kemenangan Arsenal. Inter sempat memberi harapan lewat gol penyama kedudukan Petar Sucic menit ke-18, namun dominasi tim tamu kembali terlihat hingga Viktor Gyökeres memastikan kemenangan lewat gol telat di menit ke-84.
Baca Juga:
Babak Pertama Intens, Arsenal Lebih Efektif
Sejak awal laga, Arsenal tampil percaya diri meski bermain di kandang lawan. Transisi cepat dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda, terutama lewat pergerakan agresif Jesus yang sulit dibendung lini belakang Inter.
Inter mencoba bangkit dengan mengandalkan tekanan dari sisi sayap dan bola mati, namun kurang disiplin dalam bertahan. Kesalahan konsentrasi membuat mereka kembali kebobolan sebelum turun minum.
Inter Kehabisan Jawaban di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Inter berusaha meningkatkan intensitas permainan. Namun, kedalaman skuad Arsenal terbukti menjadi faktor kunci. Masuknya pemain dari bangku cadangan justru membuat Arsenal semakin solid dan terorganisir.
Gol penutup Gyökeres melalui skema serangan balik mematikan menjadi penegas bahwa Arsenal tampil jauh lebih matang dan efisien dalam laga besar ini
Pelatih Arsenal Mikel Arteta memuji performa dan kedewasaan timnya usai pertandingan.
"Kami menunjukkan kontrol, kedisiplinan, dan keberanian. Bermain di San Siro tidak pernah mudah, tapi para pemain tampil luar biasa," ujarnya.
Bermain bagus menghadapi tim sekelas Inter Milan, finalis musim lalu, bagi Arteta membuat berada di level berbeda.tribuna.com
"Kami pergi ke level yang berbeda. Menang di San Siro melawan salah satu tim terbaik Eropa adalah sesuatu yang sangat spesial," kata dia.
Dengan permainan seperti saat menghadapi Inter, menurutnya, Arsenal siap bermain di level tertinggi.
"Cara para pemain mengendalikan pertandingan, tetap tenang di bawah tekanan, itu menunjukkan kami benar-benar siap bersaing di level tertinggi," ujar pelatih asal Spanyol itu.
Sementara itu, pelatih Inter Cristian Chivu mengakui timnya belum cukup siap menghadapi laga berintensitas tinggi apalagi menghadapi Arsenal.
"Kami kebobolan terlalu mudah dan kurang tajam saat punya peluang. Arsenal punya kualitas dan kedalaman skuad yang membuat perbedaan," ucapnya.
Dampak ke Klasemen
Hasil ini membuat Arsenal mencatat tujuh kemenangan dari tujuh laga dan mengoleksi 21 poin, unggul jauh dari para pesaing. Sebaliknya, Inter terlempar ke posisi sembilan klasemen dan terancam gagal lolos otomatis ke fase gugur jika tak menang di laga terakhir.
Kemenangan di San Siro semakin menegaskan status Arsenal sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini, sementara Inter harus segera berbenah jika tak ingin langkah mereka terhenti lebih awal.
Sumber: Reuters, The Guardian, Tribuna
Pesta Gol di Bernabeu! Real Madrid Hancurkan Monaco 6-1, Vinicius Jr Dipuji
Misi Wajib Menang di Bernabeu: Real Madrid Siap Hadapi Perlawanan Monaco
Arteta Tantang Inter, Chivu Siap Hadang Mimpi Arsenal di Liga Champions
Tanpa Gol di Markas Nottingham Forest, Arsenal Gagal Manfaatkan Kekalahan City
Dominan Tapi Buntu! Arsenal Ditahan Liverpool di Emirates