Medali Perunggu atau Luka Tambahan? Mesir vs Nigeria di Panggung AFCON
Baca Juga:
Pertemuan Mesir dan Nigeria di fase perebutan tempat ketiga tidak hanya soal trofi kecil, tapi juga gambaran karakter dan kebanggaan sepak bola masing-masing negara. The Pharaohs pernah memenangi gelar juara AFCON tujuh kali, rekor terbanyak di benua ini, sementara Nigeria, yang dikenal sebagai Super Eagles, memiliki tradisi kuat dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga, memenangkan semua delapan laga serupa yang pernah mereka jalani.
Mesir melangkah ke laga ini dengan semangat ingin menutup turnamen besar dengan bangga setelah kalah tipis 0–1 dari Senegal di semifinal. Pasukan Firaun sempat unggul performanya di fase grup dan perempat final sebelum kandas oleh gol Sadio Mané menit ke-78. Bintang mereka, Mohamed Salah, yang menjadi ikon dan ujung tombak serangan Mesir di turnamen ini, masih menjadi tumpuan utama untuk mencetak gol dan menginspirasi rekan-rekannya.
Sementara itu, Nigeria datang ke laga konsolasi setelah tersingkir di semifinal lewat drama adu penalti melawan tuan rumah Maroko. Meskipun kecewa, angka 14 gol yang dicetak sepanjang turnamen menjadikan Super Eagles sebagai salah satu lini serang terbaik kompetisi.
Mereka juga didukung statistik kuat dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga AFCON, rekor mereka sempurna dalam delapan laga terakhir di pertandingan sejenis, membuat Nigeria dipandang sebagai favorit tipikal untuk kembali mengukir prestasi serupa.
Pertemuan keduanya di AFCON sejauh ini mencatat rekor yang cukup berimbang. Dari 20 pertemuan di semua kompetisi, Nigeria memimpin dengan delapan kemenangan, sementara Mesir menang enam kali, dan enam laga lainnya berakhir imbang. Di pentas AFCON sendiri, Nigeria unggul tipis dan keduanya selalu menghasilkan pertandingan sengit dan penuh strategi.
Kini, sambil memulihkan semangat dan fokus pada laga terakhir mereka di turnamen, kedua pelatih telah bersiap dengan taktik masing-masing. Mesir berharap kekuatan pengalaman dan kelas individu seperti Mohamed Salah dapat memastikan gol penentu. Nigeria, di sisi lain, menjaga reputasi dan kekompakan mereka, dengan duel lini tengah dan serangan cepat menjadi kunci untuk menutup turnamen dengan gelar perunggu.
Kepemimpinan Sadio Mané, Alasan Senegal Pantas Juara AFCON
Drama Panjang di Rabat: Penalti Kontroversial, Gol Extra Time Pape Gueye Antar Senegal Juara AFCON 2025
Bukan Sekadar Final: Maroko dan Senegal Bertarung Demi Sejarah di AFCON 2025
Drama Penalti Afrika: Harapan Mesir Hancur di Kaki Nigeria
Final AFCON 2025: Maroko Andalkan Magis Tuan Rumah, Senegal Datang Dengan Mental Juara