Ujian Mental di Tanah Rencong: PSMS Medan Siap Bertarung di Bawah Tekanan Publik Persiraja
Baca Juga:
Atmosfer stadion yang dipastikan dipenuhi publik tuan rumah akan menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Ayam Kinantan, sekaligus menguji kesiapan mental mereka di bawah sorotan dan intimidasi pendukung Persiraja.
Pertandingan ini tak sekadar soal tiga poin. Lebih dari itu, laga ini menyangkut harga diri, sejarah panjang rivalitas, dan ambisi masing-masing tim untuk terus merangsek ke papan atas Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026.
Bagi Persiraja, bermain di hadapan publik Tanah Rencong adalah momentum menjaga martabat dan mengamankan posisi di klasemen. Sementara bagi PSMS Medan, duel ini menjadi kesempatan besar membuktikan karakter tim, sekaligus mencuri poin dari lawan yang berada di atas mereka.
Datang sebagai tim tamu, PSMS menyadari betul kerasnya atmosfer Stadion H. Dhimurtala. Namun tekanan tersebut justru dijadikan bahan bakar untuk menguji mental dan kesiapan skuad. Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi situasi seberat apa pun.
"Persiapan menghadapi Persiraja kami siap untuk pertandingan besok malam. Kami membawa 23 pemain, satu pemain asing, minus dua karena akumulasi dan cedera. Secara keseluruhan pemain siap menghadapi pertandingan," ujar Eko dalam sesi konferensi pers jelang laga, Sabtu (17/1/2026).
Eko tak menampik bahwa laga ini akan berjalan sulit. Persiraja tampil solid, termotivasi, dan kini diperkuat sejumlah wajah baru di bawah arahan Akhyar Ilyas. Namun, ia menegaskan bahwa PSMS datang dengan kekuatan kolektif, bukan bergantung pada segelintir pemain.
"Kita tahu pertandingan melawan Adhyaksa sangat berat buat kami. Tapi dengan kemampuan pemain dan kerja keras mereka, meski tanpa dua pemain asing, semua tetap siap. Siapa pun yang main, saya butuh semua pemain, bukan hanya 11," tegasnya.
Menurut Eko, kedalaman skuad dan mental bertanding menjadi kunci PSMS tetap kompetitif di tengah tekanan, seperti yang ditunjukkan saat meraih hasil positif melawan Adhyaksa FC Banten pekan lalu.
"Alhamdulillah, dengan kerja keras dan menjalankan instruksi dari pelatih, mereka melaksanakan tugas dengan sangat baik," tambahnya.
Menghadapi Persiraja yang masih memiliki peluang besar menembus papan atas klasemen, PSMS datang dengan persiapan dan antisipasi matang.
"Sebelum berangkat ke sini kita sudah tahu Persiraja berada di atas kita di klasemen. Ada beberapa perubahan pemain di tim mereka, tapi itu sudah kita antisipasi. Kita bertekad untuk mengambil poin di laga away ini," kata Eko penuh keyakinan.
Kabar baik juga datang dari kondisi pemain. Termasuk Saddam Hi Tenang, yang sempat ditarik keluar menggunakan ambulans saat menghadapi Adhyaksa FC, kini dalam kondisi siap bermain.
"Saddam tidak ada kendala. Dia sehat, sudah berlatih, dan kita bawa ke Aceh," jelas Eko.
Keyakinan serupa diungkapkan para pemain. Striker PSMS Medan, Rudiyana, menyebut tekanan publik tuan rumah tak membuat tim gentar.
"Kami sebagai pemain sudah siap secara taktik dan mental. Kita datang ke Aceh sudah siap dengan segalanya. Insya Allah, kami bisa merebut tiga poin di Banda Aceh," ujarnya.
Dengan rivalitas panjang, gengsi yang dipertaruhkan, serta atmosfer Stadion H. Dhimurtala yang akan bergemuruh oleh dukungan publik Persiraja, laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan karakter PSMS Medan. Di tengah tekanan besar, Ayam Kinantan ditantang untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing dan pulang membawa hasil positif dari Tanah Rencong.
Bangkit Pasca Kecolongan, PSMS Permalukan Persiraja di Stadion Dhimurtala
Presiden PSMS Harap Wasit Asing Pimpin Laga Persiraja dengan Adil
Misi Poin di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tampil Maksimal Hadapi Persiraja
Kalahkan Adhyaksa 1-0 di Stadion Utama, PSMS Medan Melompat 3 Peringkat
Misi Bangkit Ayam Kinantan: PSMS Siap Jegal Adhyaksa di Stadion Utama