Selasa, 20 Januari 2026

Final AFCON 2025: Maroko Andalkan Magis Tuan Rumah, Senegal Datang Dengan Mental Juara

Final ACON 2025: Maroko Tantang Senegal di Rabat
Sukri - Jumat, 16 Januari 2026 18:20 WIB
Final AFCON 2025: Maroko Andalkan Magis Tuan Rumah, Senegal Datang Dengan Mental Juara
istimewa
Ilustrasi.
Kitakini.news - Panggung megah Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, akan menjadi saksi penentuan raja baru Afrika. Tuan rumah Maroko bersiap menghadapi Senegal pada final Africa Cup of Nations (ACON) 2025, Senin (19/1/2026) dini hari WIB atau Minggu malam waktu setempat, dalam duel sarat gengsi, sejarah, dan ambisi besar.

Baca Juga:

Bagi Maroko, ini adalah kesempatan emas mengakhiri penantian panjang gelar Piala Afrika yang terakhir kali mereka raih pada 1976. Bermain di depan publik sendiri, Atlas Lions mengusung mimpi besar untuk mengangkat trofi di rumah sendiri. Di sisi lain, Senegal datang dengan status juara AFCON 2021, membawa pengalaman dan mental juara yang telah teruji di laga-laga krusial.

Menariknya, meski kedua negara kerap bertemu di berbagai turnamen Afrika, final ACON 2025 menjadi pertemuan pertama Maroko dan Senegal di partai puncak. Secara rekor pertemuan, Maroko unggul dengan 18 kemenangan, sementara Senegal mengoleksi tujuh kemenangan, dan enam laga lainnya berakhir imbang.

Langkah Stabil Maroko Menuju Final

Sebagai tuan rumah sekaligus unggulan, Maroko menunjukkan performa nyaris sempurna sepanjang turnamen. Tim asuhan Walid Regragui tampil solid, disiplin, dan sangat kuat di lini belakang. Hingga mencapai final, Maroko hanya kebobolan satu gol dari enam pertandingan, menjadikannya catatan defensif terbaik di turnamen ini.

Perjalanan Maroko menuju final memang tidak selalu mudah, tetapi terlihat matang dan terkontrol. Mereka lolos dari fase grup tanpa kekalahan, lalu melewati fase gugur dengan penguasaan permainan yang rapi. Puncaknya terjadi di semifinal saat menghadapi Nigeria. Laga berlangsung ketat dan berakhir imbang 0–0 hingga perpanjangan waktu, sebelum Maroko memastikan tiket final lewat kemenangan adu penalti 4–2. Penjaga gawang Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan krusial.

Keberhasilan tersebut mengantar Maroko ke final AFCON pertama sejak 2004 dan membuka peluang besar untuk mencatat sejarah baru di hadapan pendukung sendiri.

Senegal: Jalan Lebih Terjal, Mental Lebih Teruji

Berbeda dengan Maroko yang relatif mulus, perjalanan Senegal menuju final diwarnai laga-laga ketat dan penuh tekanan. Namun justru di situlah karakter juara mereka terlihat.

Pada semifinal, Senegal harus menghadapi Mesir, tim dengan tradisi kuat di Piala Afrika. Pertandingan berlangsung keras dan seimbang hingga akhirnya Sadio Mané muncul sebagai pembeda lewat gol penentu pada menit ke-78, memastikan kemenangan 1–0 bagi Lions of Teranga.

Mané menyebut kedisiplinan dan kesabaran sebagai kunci utama Senegal melaju ke final. Sepanjang turnamen, Senegal konsisten mencetak gol dan tetap tajam di lini depan, meski tidak selalu dominan dalam penguasaan permainan. Final ini menjadi partai puncak AFCON keempat bagi Senegal di era modern, menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.

Siapa yang lebih mulus langkahnya?

Jika dilihat dari statistik dan jalur menuju final, Maroko sedikit lebih unggul dari sisi konsistensi dan stabilitas, terutama di sektor pertahanan. Dukungan penuh publik tuan rumah juga menjadi keuntungan besar yang sulit diabaikan.

Namun Senegal memiliki keunggulan berbeda, yakni pengalaman, mental juara, serta kemampuan menghadirkan pemain penentu di momen-momen krusial. Tim ini terbiasa bermain di bawah tekanan dan tahu bagaimana memenangkan pertandingan besar secara efisien.

Final ini diprediksi berjalan ketat, mempertemukan pertahanan kokoh Maroko melawan serangan klinis Senegal. Detail kecil — satu kesalahan, satu momen magis pemain bintang, atau bahkan adu penalti — bisa menentukan siapa yang akan mengangkat trofi.

Segalanya Dipertaruhkan

Lebih dari sekadar gelar, kemenangan di final ACON 2025 membawa makna besar bagi kedua negara. Maroko berpeluang menjadi juara tuan rumah pertama dalam hampir dua dekade, sementara Senegal mengincar gelar kedua beruntun untuk menegaskan dominasi mereka di Afrika.

Ketika peluit pertama dibunyikan, Rabat tak hanya menjadi tuan rumah sebuah pertandingan, tetapi juga saksi duel dua kekuatan terbaik Afrika, antara mimpi yang ingin diwujudkan dan kejayaan yang ingin dipertahankan.

Sumber: Reuters, The Guardian, CAF Online, Antara News, En Hespress

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kepemimpinan Sadio Mané, Alasan Senegal Pantas Juara AFCON

Kepemimpinan Sadio Mané, Alasan Senegal Pantas Juara AFCON

Drama Panjang di Rabat: Penalti Kontroversial, Gol Extra Time Pape Gueye Antar Senegal Juara AFCON 2025

Drama Panjang di Rabat: Penalti Kontroversial, Gol Extra Time Pape Gueye Antar Senegal Juara AFCON 2025

Bukan Sekadar Final: Maroko dan Senegal Bertarung Demi Sejarah di AFCON 2025

Bukan Sekadar Final: Maroko dan Senegal Bertarung Demi Sejarah di AFCON 2025

Drama Penalti Afrika: Harapan Mesir Hancur di Kaki Nigeria

Drama Penalti Afrika: Harapan Mesir Hancur di Kaki Nigeria

Medali Perunggu atau Luka Tambahan? Mesir vs Nigeria di Panggung AFCON

Medali Perunggu atau Luka Tambahan? Mesir vs Nigeria di Panggung AFCON

Drama Adu Penalti Antar Maroko ke Final AFCON 2025

Drama Adu Penalti Antar Maroko ke Final AFCON 2025

Komentar
Berita Terbaru