Harga Mati di Kandang! Tim Putri Falcons Medan Bidik Kemenangan di Dua Laga Krusial Proliga 2026
Selanjutnya, pada Minggu, 18 Januari 2026, Falcons Medan kembali tampil di hadapan publik sendiri melawan Jakarta Electric PLN Mobile pukul 19.00 WIB di venue yang sama.
Baca Juga:
Kemenangan menjadi harga mati bagi Falcons Medan demi menjaga peluang menembus papan atas klasemen. Hasil positif saat menghadapi Jakarta Pertamina Enduro dan laga-laga berikutnya, termasuk saat berhadapan dengan Bandung BJB Tandamata, dinilai krusial untuk memperbaiki posisi tim.
Hal tersebut disampaikan perwakilan Medan Falcons, Rinaldi Asbarinsyah, dalam temu pers jelang pertandingan yang digelar Rabu (14/1/2026) sore di Wing Convention, Wing Hotel Kualanamu.
"Berdasarkan pengalaman kita di Pontianak, banyak yang harus diperbaiki. Dari situ sejauh ini kita akan coba meningkatkan kemampuan-kemampuan pemain dan komunikasi antar pemain. Jadi saat nanti berhadapan dengan tim-tim di Medan, kita menjadi lebih percaya diri," ujar Rinaldi.
Ia juga menegaskan komitmen klub dalam pembinaan pemain muda lokal melalui Akademi Falcons.
"Pemain lokal sejauh ini belum, tapi kita punya Akademi Falcon. Akademi itu hampir semuanya pemain lokal, ada juga dari Batam. Ini memang pemain-pemain muda yang menurut kami potensial dan ke depan bisa menggantikan senior-seniornya untuk membela tim voli Falcon atau kompetisi lainnya," katanya.
Menurut Rinaldi, kualitas dasar para pemain muda Falcons cukup menjanjikan, terlebih ditunjang dengan jajaran pelatih berpengalaman internasional.
"Secara kemampuan, yang muda-muda ini basic-nya bagus. Kita juga punya pelatih yang punya pengalaman internasional dan bisa mengembangkan kemampuan dari pemain tersebut. Kombinasi antara junior dan senior ini salah satu kelebihan Falcon. Senior membawa tim, junior membantu dari belakang," jelasnya.
Adaptasi pemain asing Falcons Medan pun disebut berjalan sangat baik. Tim ini diperkuat pemain asing asal Filipina dan Vietnam.
"Adaptasi pemain asing sangat bagus. Dari Filipina dan Vietnam, begitu masuk tidak ada masalah berbaur dengan pemain. Di lapangan mereka sudah punya skill dan menyesuaikan dengan cepat," tambah Rinaldi.
Sementara itu, perwakilan Falcons Medan lainnya, Shahnaz A, menyebut kesiapan tim putri terus dimatangkan jelang laga kandang.
"Kesiapan tim putri masih terus berlatih. Tim saat ini latihan di GOR bola voli indoor Optimal. Coach Marcos Sugiyama (Brasil) terus memberikan arahan terbaik, dan tim manajemen berharap pada hari H, Jumat nanti, tim bisa tampil lebih maksimal dibanding pertandingan sebelumnya," ujar Shahnaz.
Ia juga mengakui persaingan Proliga 2026 sangat ketat dengan sejumlah tim kuat.
"Kalau dilihat dari statistik, tim yang paling kuat itu Popsivo (Jakarta Popsivo Polwan) dan Gresik Petrokimia. Kita masih butuh tambahan untuk naik ke peringkat atas," katanya.
Meski demikian, Shahnaz optimistis dengan proses yang dijalani tim, termasuk adaptasi pemain dengan atmosfer voli di Sumatera Utara.
"Pemain di lapangan sudah cukup puas untuk berlatih, walaupun memang ada beberapa yang harus diperbaiki. Insya Allah bisa menyatu dengan Medan, karena kita lihat penonton saat tarkam luar biasa. Penonton voli di Sumatera Utara ini banyak, bukan cuma di sekitar Medan atau Deli Serdang, tapi juga di Binjai, Asahan, dan daerah lainnya," ungkapnya.