Regragui: Kita Harus Lebih Klinik! Maroko Ditahan Mali 1-1 di Rabat
Brahim Díaz membawa Singa Atlas unggul lebih dulu dari titik putih pada masa injury time babak pertama. Namun pada menit ke-64, Lassine Sinayoko membalas lewat penalti untuk Mali sehingga skor 1-1 bertahan hingga akhir laga. Hasil tersebut mengakhiri rekor kemenangan Maroko yang mencapai 19 pertandingan sebelumnya.
Baca Juga:
Pelatih Walid Regragui tetap melihat sisi positif dari performa timnya, sekaligus mengingatkan tentang kekritisan penyelesaian akhir.
"Kami memainkan pertandingan yang intens. Kita seharusnya bisa lebih klinis di depan gawang. Kita punya peluang untuk mengunci laga, tapi kita tidak memanfaatkannya," kata Regragui usai laga.
Pelatih Maroko juga menekankan bahwa jalan untuk menjadi juara masih panjang.
"Mengangkat tropi AFCON adalah perjalanan panjang. Kami tahu performa kami bagus, meskipun hasilnya tidak sesuai target. Kita tidak kalah, dan itu penting. Kita percaya diri untuk laga terakhir grup," tambahnya.
Hasil imbang membuat Maroko tetap berada di puncak Klasemen Grup A dengan empat poin dari dua pertandingan, namun belum memastikan tiket 16 besar. Mereka akan menghadapi Zambia di laga pamungkas grup untuk mengunci posisi teratas dan melangkah ke fase knockout.
Sementara itu, Mali menunjukkan daya juang tinggi dan menghormati lawannya, tetapi laga ini juga menimbulkan sorotan terhadap keputusan wasit terutama dalam penggunaan VAR dan penalti.
Kalahkan Aljazair 2-0, Nigeria Ditunggu Tuan Rumah Maroko di Semifinal AFCON 2025
Laga Paling Berisiko, Mesir dan Pantai Gading Bertaruh Segalanya
Aljazair vs Nigeria: Laga Hidup Mati, Satu Kesalahan Bisa Jadi Petaka
Singa Atlas Mengamuk! Maroko Bungkam Kamerun dan Melaju Gagah ke Semifinal AFCON 2025
Gol Tunggal Ndiaye, Senegal Singkirkan Mali dan Melaju ke Semifinal AFCON 2025