Raja Baru UFC dari Asia Tenggara Lahir, Legenda Henry Cejudo Pamit di Akhir Comeback Pahit
Kitakini.news - Petarung kelas terbang UFC , Joshua Van mengukir sejarah. Pada duel perebutan gelar flyweight melawan Alexandre Pantoja di UFC 323, T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu (7/12/2025) atau Sabtu (6/13/2025) malam waktu setempat.
Joshua dipastikan sebagai pemenang, ketika pertarungan baru berlangsung 26 detik. sebelum insiden dramatis terjadi: Pantoja mengalami cedera lengan berat akibat terjatuh setelah tendangan yang diblok Van, memaksa wasit menghentikan laga, dan Van diumumkan sebagai juara baru. Selanjutnya Presiden UFC Dana White mengonfirmasi Pantoja mengalami dislokasi bahu.
Baca Juga:
Van, pada usia 24 tahun, kini bukan hanya menjadi juara kelas terbang tapi juga "petarung Asia Tenggara" (lahir di Myanmar dan berkebangsaan Amerika Serikat) pertama yang meraih sabuk UFC, tonggak historis bagi kariernya di MMA.
Meski kemenangan datang dari cedera lawan l, bukan KO atau keputusan, nama Van melejit, dan komunitas UFC pun ramai membahas potensi serta kontroversi kecil dari hasil ini.
Henry Cejudo, Legenda Menutup Karier setelah tak Pernah Menang Pasca Comeback
Pada kartu yang sama, Henry Cejudo menjalani laga perpisahan melawan rising prospect Payton Talbott. Setelah tiga ronde sengit, juri memberi kemenangan mutlak kepada Talbott (30-27 semua skor), membuat Cejudo resmi pensiun dari MMA.
Cejudo, yang pernah menjadi double-champ di flyweight dan bantamweight serta juara Olimpiade gulat, menutup kariernya dengan penuh kelas. Di atas ring pada malam itu, meskipun kalah, Cejudo tetap menunjukkan semangat tinggi dan menerima penghormatan, termasuk bonus dari promotor atas dedikasinya.
Setelah pertarungan, Cejudo menyatakan bahwa "ini sudah waktunya" untuk berhenti, mengakhiri perjalanan panjang dan luar biasa di dunia MMA.
Sebelum kekalahannya dari Payton Talbott di UFC 323, Cejudo sejatinya sudah pernah mengumumkan pensiun. Ia pertama kali gantung sarung tangan pada 2020, setelah mempertahankan sabuk bantamweight dalam duel melawan Dominick Cruz. Namun, tiga tahun kemudian ia kembali ke Octagon, memulai rencana comeback dan tampil dalam empat laga, dua di divisi bantamweight dan dua flyweight, namun selalu kalah.
Sementara itu, kemenangan Van membuka lembar baru: gelar UFC kini bukan monopoli Amerika, Eropa, atau Amerika Latin, petarung dengan latar belakang Asia pun telah menembus puncak, memberi semangat bagi generasi baru.
Sumber: Reuters, MMA Fighting, mmamania.com, TalkSport
Puji Ketangguhan Lawan, Gaethje Hancurkan Pimblett dalam Perang Lima Ronde di UFC 324
Umar Nurmagomedov Tampil Dominan, Bungkam Deiveson Figueiredo di UFC 324
UFC 324 Memanas: Paddy Ancam Hancurkan Gaethje, Justin Ingin Buat Pimblett 'Ngompol'
Siapa Lawan Petr Yan Selanjutnya: Rematch Merab, Duel Ulang O’Malley, atau Ancaman Baru Nurmagomedov?
Umar Nurmagomedov Pasrah Jika Belum dapat Title Shot: UFC Mungkin Ingin Yan vs O’Malley