Selasa, 13 Januari 2026

Air Mata Mantan PSMS untuk Ronny Pasla: Witya Meminta Penghargaan Layak bagi Legenda Si Macan Tutul

Harapan Mantan PSMS untuk Penghormatan Ronny Pasla
Sukri - Senin, 24 November 2025 15:00 WIB
Air Mata Mantan PSMS untuk Ronny Pasla: Witya Meminta Penghargaan Layak bagi Legenda Si Macan Tutul
istimewa
Ronny Pasla semasa hidupnya. (Kolase foto: Wikipedia/FB Indra Efendi Rangkuti)
Kitakini.news -Kabar duka menyelimuti sepak bola nasional. Mantan penjaga gawang PSMS Medan sekaligus legenda Timnas Indonesia, Ronny Pasla, berpulang pada Senin (24/11/2025) dini hari WIB di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta. Sosok yang dikenal sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia itu wafat pada usia 79 tahun.

Baca Juga:

Doa dan ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua Mantan PSMS, Witya Fusen, yang mengakui kehilangan besar atas kepergian senior yang sangat dihormatinya tersebut.


"Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Dia adalah legenda, kiper nasional pertama dari Medan. Panutan kami semua sebagai juniornya," ujar Witya Fusen saat dihubungi, Senin (24/11/2025).


Menurut Witya, Ronny memiliki peran signifikan dalam sejarah PSMS Medan. Ia menjadi bagian penting dari keberhasilan Ayam Kinantan meraih tiga gelar Perserikatan pada 1967, 1969, dan 1971. Bahkan pada level junior, Ronny sudah menunjukkan kualitasnya dengan membawa PSMS juara bersama Tumsila, rekan setimnya di klub dan Timnas.


"Dia motivasi untuk kami semua. Dari dulu sampai sekarang, pemain PSMS selalu meneladani perjuangannya," lanjut Witya.


Tidak hanya menjadi figur sentral di PSMS, Ronny juga meninggalkan jejak besar di Timnas Indonesia. Dengan postur jangkung dan refleks luar biasa, ia dikenal luas dengan julukan 'Macan Tutul'. Salah satu momen yang selalu dikenang adalah ketika Ronny berhasil menggagalkan peluang-peluang dari legenda Brasil, Pele, dalam laga uji coba melawan Santos.


Witya berharap ada bentuk penghargaan resmi dari federasi sebagai penghormatan atas dedikasi Ronny terhadap sepak bola Indonesia.


"Kita berharap ada penghargaan dari PSSI untuk almarhum. Jasanya besar, bangsa ini harus menghormatinya," kata Witya.


Ia juga mengusulkan agar PSMS mengenakan pita hitam sebagai tanda berkabung pada laga melawan Sumsel United dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Jakabaring, Palembang, Senin (24/11) sore.


"Kita ingin ada penghormatan khusus, termasuk doa bersama untuk almarhum," tuturnya.


Witya menambahkan bahwa ia sempat bertemu Ronny di Jakarta dalam silaturahmi para mantan pemain PSMS, dan mengingatnya sebagai figur rendah hati yang selalu memberikan perhatian pada perkembangan sepak bola Indonesia.


"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan," pungkas Witya.


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kalahkan Adhyaksa 1-0 di Stadion Utama, PSMS Medan Melompat 3 Peringkat

Kalahkan Adhyaksa 1-0 di Stadion Utama, PSMS Medan Melompat 3 Peringkat

Misi Bangkit Ayam Kinantan: PSMS Siap Jegal Adhyaksa di Stadiom Utama

Misi Bangkit Ayam Kinantan: PSMS Siap Jegal Adhyaksa di Stadiom Utama

Bobby Nasution Ajak Suporter PSMS Belanja Jersey Original demi Tim Lebih Kuat

Bobby Nasution Ajak Suporter PSMS Belanja Jersey Original demi Tim Lebih Kuat

PSMS Medan Borong Pemain U-21, Ada Apa dengan Skuad Lama?

PSMS Medan Borong Pemain U-21, Ada Apa dengan Skuad Lama?

PSMS Rekrut Eko Purdjianto, Sinyal Tak Lagi Kejar Promosi?

PSMS Rekrut Eko Purdjianto, Sinyal Tak Lagi Kejar Promosi?

PSMS Medan Resmi Berpisah dengan Kas Hartadi, Sudah Tunjuk Pelatih Baru

PSMS Medan Resmi Berpisah dengan Kas Hartadi, Sudah Tunjuk Pelatih Baru

Komentar
Berita Terbaru