Gabsi Sumut Rancang Program Penyebarluasan Bridge dan Persiapan Jadi Tuan Rumah Kejurnas 2026

Baca Juga:
Rencana ini mengemuka dalam agenda silaturahmi pengurus GabsiSumut yang digelar di RM Wong Solo, Jalan Gajah Mada, Medan, Sabtu (12/7/2025). Hadir dalam pertemuan ini Ketua Umum GabsiSumut Novan Efendy Siregar, Ketua Harian Mier Vales, Sekretaris Denny BS Nasution, Wakil Ketua Yosi Sukmono, Bendahara Bima Rio Susilo, unsur Dewan Pembina Sofyan Ahmadi Hutasuhut, serta pengurus lainnya.
Menurut Novan, kondisi bridge di Sumut saat ini masih membutuhkan banyak pembenahan, terutama dalam hal sumber daya manusia dan kepengurusan di tingkat daerah.
"Setelah kami data, ternyata Sumatera Utara masih sangat kekurangan atlet, pelatih, wasit, serta pengurus di kabupaten dan kota. Kita harus kerja keras untuk membangun ini bersama," kata Novan.
Salah satu langkah prioritas yang akan ditempuh GabsiSumut adalah memperluas kepengurusan di daerah melalui pembentukan atau penambahan Pengkab dan Pengkot di berbagai wilayah.
"Target kita, paling tidak tahun ini sudah ada kepengurusan Gabsi di 50 persen dari jumlah kabupaten/kota di Sumut," tegas Novan.
Tak hanya itu, perekrutan atlet juga akan menjadi program utama. GabsiSumut menargetkan memiliki minimal 300 atlet aktif agar bisa menyelenggarakan kompetisi skala provinsi seperti Gubsu Cup.
Untuk mendukung penyebarluasan atau popularisasi tersebut, GabsiSumut akan menggulirkan program Training of Trainers (ToT) dasar-dasar bridge yang menyasar guru-guru SMA/SMK di sedikitnya 20 kabupaten/kota. Program ini rencananya akan dijalankan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
"Kita ingin bridge bisa dikenalkan sejak dini di sekolah-sekolah. Untuk itu kita ajak para guru agar bisa menjadi pionir," tambah Novan.
Langkah lain yang sedang disiapkan adalah penataran pelatih madya tingkat provinsi, dengan harapan atlet-atlet yang sudah berkembang dapat memperoleh sertifikasi resmi sebagai pelatih dan bisa memperkuat pembinaan di daerah.
Tak berhenti di situ, GabsiSumut bahkan merancang penataran pelatih dan wasit nasional yang akan digelar di Medan. Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, mereka akan mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Bridge dan Kongres Gabsi tahun 2026.
"Ini bisa jadi momentum bersejarah. Terakhir kali Sumut jadi tuan rumah event nasional bridge itu tahun 1987. Kita ingin mengulang sejarah itu," ujar Novan.
Pertemuan ini juga membahas peluang GabsiSumut dalam Lake Toba Sport Tourism yang direncanakan berlangsung pada September mendatang. Bridge menjadi salah satu cabang yang akan dipertandingkan dalam kegiatan sport tourism tersebut.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Gabsi Sumut, Agus Mulia, menyarankan agar program itu dijadikan ajang edukasi sekaligus promosi bridge.
"Kita bisa berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di sekitar lokasi Lake Toba, sekaligus memperkenalkan bridge kepada para siswa," ucap Agus.
Selain mematangkan program kerja, GabsiSumut juga menyepakati untuk segera menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan melakukan audiensi dengan KONI Sumut, Dispora Sumut, serta instansi terkait lainnya guna menjalin sinergi demi kemajuan bridge di provinsi ini.

5 Ha Tanah Milik Anggota Dewan Sumut di Aceh Tenggara Diduga Diserobot Oknum TNI

Video Viral, Ajie Karim: Itu Video Lama

Sekelompok Remaja Lempar Bom Molotov Kearah Gerbang DPRD Sumut

Delapan Tersangka Korupsi Pembangunan Kabupaten Batubara Ditahan Kejati Sumut

Kejati Sumut Geledah Kantor PTPN I, Dugaan Korupsi Penjualan Aset
