Khamzat Chimaev Terlihat Tajam Jelang Hadapi Du Plessis, Arman Tsarukyan: Dia Sehat dan Penuh Energi

Salah satu momen paling mencuri perhatian adalah saat Chimaev dan Tsarukyan berlatih intens bersama. Tsarukyan, petarung UFC kelas ringan yang dikenal piawai dalam teknik grappling, mengonfirmasi keterlibatannya dalam kamp latihan Chimaev sebagai mitra latih atau sparring partner.
Baca Juga:
"Dia terlihat tajam. Saya sangat antusias melihatnya menjadi juara UFC. Sejauh ini kamp latihannya berjalan baik. Dia dalam kondisi sehat. Dia punya banyak energi, dan saya di sini hanya untuk membantunya. Kalau mereka butuh saya untuk bantu gulat, saya akan gulat. Kalau butuh striking, saya juga siap," ujar Tsarukyan dalam podcast JAXXON, mengutip EssentiallySports.
Kehadiran Tsarukyan tidak hanya menambah kualitas teknik dalam kamp latihan Chimaev, tetapi juga menghadirkan strategi dan intensitas tinggi. Meski tidak akan berada di pojok ring saat malam pertandingan, peran Tsarukyan dalam sparring, pemanasan, serta simulasi teknik grappling dan striking dinilai sangat penting.
Tsarukyan juga mengakui bahwa sesi latihan bersama Chimaev memberinya banyak manfaat secara pribadi.
"Ini bukan cuma soal bantu Chimaev, tapi juga memperkaya permainan saya sendiri," ujarnya.
Dalam potongan video yang beredar di media sosial, termasuk YouTube Shorts, terlihat Chimaev menjalani sesi latihan grappling yang sangat intens bersama mitra-mitra elit seperti Abdulrashid Sadulaev, pegulat peraih medali emas Olimpiade. Hal ini memperkuat kesan bahwa Chimaev berada dalam kondisi terbaiknya, terutama dari segi teknik gulat, untuk menghadapi kekuatan fisik khas Du Plessis.
UFC 319 akan digelar pada 16 Agustus 2025, dan diprediksi menjadi salah satu laga terbesar tahun ini. Du Plessis, pemegang gelar yang dikenal agresif dan kuat di kelas menengah, akan menghadapi tantangan serius dari Chimaev yang sedang berada di puncak performanya.
Pertarungan ini menjadi langkah krusial dalam karier Khamzat Chimaev. Setelah mencatat rekor sempurna di UFC dan menumbangkan nama-nama besar seperti Gilbert Burns dan Kamaru Usman, Chimaev akhirnya mendapatkan kesempatan merebut sabuk juara kelas menengah. Namun, jalannya menuju title shot tidaklah mudah. Ia sempat mengalami masalah kesehatan yang membuat penjadwalan ulang beberapa pertarungan sebelumnya.
Sementara itu, Dricus Du Plessis datang sebagai juara bertahan dengan reputasi sebagai petarung agresif dan tangguh. Petarung asal Afrika Selatan ini merebut gelar setelah menaklukkan Sean Strickland dalam pertarungan berdarah di awal 2025.
Du Plessis dikenal memiliki gaya bertarung bertenaga, dengan kombinasi striking eksplosif dan ground-and-pound yang brutal.
Pertemuan antara Chimaev yang dikenal dengan agresivitas taktis dan Du Plessis yang penuh daya tahan diprediksi menjadi duel gaya yang sengit. Banyak pihak menilai hasil laga ini akan menentukan dinamika baru divisi middleweight UFC.
Sumber:
EssentiallySports 1
EssentiallySports 2
TalkSport

Islam Makhachev: Fokus Hadapi Jack Della Maddalena, Pertimbangkan Duel dengan Khamzat Chimaev Setelahnya

Khamzat Chimaev Kalahkan Dricus Du Plessis, Rebut Sabuk Kelas Menengah UFC Lewat Dominasi Gulat 5 Ronde

Belal Muhammad Bela Khamzat Chimaev dari Tudingan Din Thomas

Belum Pernah Laga 5 Ronde, Khabib Punya Saran Penting untuk Khamzat Chimaev Hadapi Du Plessis

Duet Mematikan: Arman Tsarukyan Gabung Kamp Khamzat Chimaev Jelang UFC 319 Hadapi Du Plessis
