PPDB Online, Parsaulian: Pemerintah Harus Optimalkan Jaringan Internet di Daerah Terpencil
Kitakini.news – Dinas Pendidikan Sumatera Utara
(Disdiksu) diminta agar benar-benar mempersiapkan seluruh tahapan Penerimaan
Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMA/SMK Negeri dengan baik.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
“Meminimalisir kesalahan seperti seringnya jaringan
error sehingga aplikasi pendaftaran tidak bisa dibuka maupun persoalan kuota.
Ini tentunya kesalahan yang hampir tiap tahun terjadi,” ujar Anggtota Komisi E
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Parsaulian Tambunan kepada
Kitakini.news, melalui sambungan seluler dari Medan, Kamis (11/5/2023).
Hal ini dikatakan Parsaulian merespon dibukanya
pendaftaran PPDB Online untuk tingkat SMA/SMK Negeri di Sumut, Senin
(15/5/2023).
Menurut Parsaulian, di Sumut terdapat daerah-daerah
yang jaringan internetnya tidak baik. Sehingga terkadang menyulitkan masyarakat
yang ingin membuka aplikasi pendaftaran masuk SMA/SMK Negeri melalui jalur PPDB
online ini.
Maka dari itu, lanjut Parsaulian, pemerintah juga harusnya
bisa mengoptimalkan akses jaringan internet di daerah-daerah terpencil,
pegunungan, kepualauan maupun pesisir. Sehingga, masyarakat yang tinggalk di
daerah tersebut tidak kesulitan mendapatkan jaringan internet.
“Jadi, pemerintah itu jangan hanya memperhatikan
program guru terjauh, terdalam dan tertinggal saja. Dalam penerimaan siswa baru
secara teknologi, pemerintah juga harus perhatikan dan optimalkan,” cetus
politisi Partai NasDem ini.
Parsaulian juga meminta, agar selama pelaksanaan
PPDB Online ini dilakukan pengawasan ketat dari pihak arapat penagak hukum. Supaya
tidak terjadi hal-hal yang diinginkan oleh oknum-oknum yang terlibat dalam
kepanitiaan penerimaan.
Selain itu dalam penerimaan siswa/i baru tingkat
SMA/SMKNegeri ini, lanjut Parsaulian, jalur PPDB Online yang diterapkan
terkadang mengorbankan SMA/SMK Swasta, khususnya yang berada di daerah tertentu.
Sebab, tambah Parsaulian, jika dalam penerimaan di
suatu SMA/SMK Negeri yang ada di daerah belum memenuhi kuota, pemerintah
membuka kembali proses pendaftarannya.
“Jadi, apabila ada calon siswa/i yang tidak lulus
dalam penerimaan PPDB Online, mereka bisa mendaftar kembali. Sehingga mereka
tidak jadi masuk ke SMA/SMK swasta sebagai alternatif yang ada di daerah tertentu
itu. Yang akhirnya membuat sekolah swasta tidak kebagian siswa,” cetusnya
seraya menambahkan bahwa pembukaan kembali PPDB Online bisa 2 sampai 3 kali dibuka hanya untuk memenuhi
kuota. Jika belum terpenuhi kuota dibuka lagi.
“Ini yang menjadi keluhan sekolah swasta, khususnya
di zona Tapanuli Selatan (Tapsel), Kepulauan Nias. Banyak sekolah yang tidak
mendapatkan kuota siswa. Harusnya PPDB Online juga memprioritaskan sekolah
swasta. Karena, pendidikan ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja,
melainkan masyarakat juga,” tandasnya.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026