KM Kelud Alami Mati Mesin di Boya 1 Belawan
Kitakini.news - KM Kelud yang dioperasikan PT Pelni mengalami mati mesin selama 2,5 jam di perairan Belawan, di sekitar Boya 1 (lampu penanda di tengah laut), pada Minggu (7/5/2023) malam sekira pukul 19.20 WIB.
Baca Juga:
Kapal yang akan berangkat ke Pelabuhan Tanjungpriok Jakarta itu harus menurunkan jangkar di tengah laut dan membuat para penumpang khawatir hingga berhamburan keluar dari dek.
"Kami penumpang sempat panik lah. Ada sebagian yang tetap berada di dek, sedang lainnya keluar ke areal pinggir kapal. Karena di dalam panas," kata seorang penumpang.
Atas kejadian itu, Kepala Pelni Cabang Medan, Biwa Abi Laksana mengkonfirmasi bahwa KM Kelud mengalami mati mesin akibat pipa penyaringan air terisi lumpur tebal saat kapal melawati jalur Pelabuhan Belawan.
Kapal sempat terhenti selama 2,5 jam, karena anak buah kapal (ABK) harus membersihkan lumpur dari pipa. Setelah itu, KM Kelud pun kembali berlayar menuju Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Batam hingga berlanjut ke Pelabuhan Tanjungpriok Jakarta.
Saat kejadian mati mesin, Biwa menjelaskan pihaknya sempat berkoordinasi dengan Syahbandar Utama, Pelindo, Lantamal 1 dan Otoritas Pelabuhan Utama Belawan untuk antisipasi manakala membutuhkan bantuan evakuasi penumpang dan lainnya.
"Tetapi semuanya dalam kondisi baik-baik saja," katanya yang menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 3.357 orang.
Kontributor: Desrin Pasaribu
Sepanjang 2025, Bobby Nasution Benahi 44,9 Km Jalan Provinsi
PN Medan Terima Dua Gugatan Lingkungan Hidup terhadap PT Toba Pulp Lestari dan PT Tri Bahtera Srikandi
Medan Siap Era Digital, Rico Waas Percepat Distribusi SPPT PBB untuk Transparansi dan Kemudahan Wajib Pajak
Bandar & Kurir 100 Kg Sabu Divonis Seumur Hidup, Pengendali Dihukum Mati
Wali Kota Medan Dorong Inovasi Pembangunan Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga