Zeira: Inspektorat Sumut Didorong Segera Investigasi Dokumen Negara Yang Diduga Bocor
Kitakini.news – Inspektorat Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara (Pemprovsu) didorong segera menginvestigasi khusus terkait
dokumen negara yang sifat belum final yang diduga telah dibocorkan, sehingga
dapat merugikan seseorang atau kelompok dan instansi.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
"Kita minta pemeriksaan khusus mengapa dokumen
yang bersifat rahasia dan belum layak dipublikasikan bisa sampai ke ruang
publik secara sembunyi atau terang-terangan," cetus Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut kepada wartawan di Medan, Senin
(8/5/2023).
Hal ini dikatakan Zeira merespon beredarnya dokumen
Rincian Audit BPK tahun 2022 yang seolah-olah dikonotasikan adalah Laporan
Harian Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) resmi yang diserahkan
kepada DPRD dan Pemprov Sumut terkait anggaran Sosialisasi Peraturan Daerah
(Sosper) dan Kegiatan Reses.
Zeira mengaku prihatin karena selain telah menjadi
konsumsi publik dan menimbulkan multitafsir, dapat merusak kredibilitas
seseorang atau kelompok bahkan negara, dalam hal ini Pemprovsu.
"Untuk hal ini, saya terus terang bingung
sekaligus kaget, karena surat-surat yang sifatnya sangat rahasia bisa begitu
mudah diakses maupun diretas, sehingga menimbulkan konflik di ranah
publik," tandasnya.
“Soal LHP BPK resmi yang diserahkan kepada DPRD dan
Pemprov Sumut terkait anggaran Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) dan kegiatan
reses, saya kaget karena sifatnya belum final, tapi terlanjur diketahui melalui
pemberitaan media,” ungkapnya.
"Bahkan orang-orang yang dituliskan dengan
format inisial sudah patut menduga dirinya terkait di dalam laporan tersebut,
padahal masih dalam proses penyelesaian," tukasnya.
Terhadap masalah tersebut, Zeira khawatir dokumen
yang masih sifat belum final jika menjadi konsumsi publik akan memunculkan
persepsi yang jauh dari hal sebenarnya. Sehingga, jika terus berlangsung akan
dapat digunakan membunuh karakter seseorang atau instansi.
"Bahkan dapat merugikan kredibiltas dan
kepercayaan masyarakat kepada orang yang disangkakan tanpa data yang
sesungguhnya, yang menjadi kesimpulan akhir dari instansi terkait,"
tuturnya.
Zeira juga mendesak inspektorat dan pihak terkait
untuk menelusuri sistem dan penyebab terjadinya kebocoran yang disebarkan tanpa
hak, sehingga merugikan seseorang dan instansi, maka sebaiknya inspektorat
melakukan tindakan hukum.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026