WHO: Covid-19 Berakhir Sebagai Darurat Kesehatan Global
Kitakini.news – World
Health Organization (WHO) mendeklarasikan Covid-19 bukan lagi darurat kesehatan
masyarakat global. Sebab, selama lebih dari 1 tahun pandemi berada dalam tren
menurun dengan peningkatan kekebalan populasi darivaksinasi dan infeksi,
penurunan angka kematian serta tekanan pada sistem kesehatan telah berkurang.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
“Tren ini telah memungkinkan sebagian besar negara
untuk hidup kembali normal seperti sebelum Covid-19. Maka dari itu dengan
harapan besar, saya menyatakan Covid-19 berakhir sebagai darurat kesehatan
global,” kata Direktur JenderaL WHO,
Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss seperti dilansir dari Republika.co.id,
Sabtu (6/5/2023).
Berdasarkan data resmi
organisasi PBB, hampir 7 juta orang telah meninggal akibat Covid-19 di seluruh
dunia sejak WHO pertama kali mengumumkan keadaan darurat, 30 Januari 2020.
Tedros mengatakan jumlah kematian sebenarnya setidaknya 20 juta.
Keputusan WHO datang
ketika Amerika Serikat akan mengakhiri darurat kesehatan masyarakat nasionalnya
pada 11 Mei 2023.
Tedros menjelaskan, bahwaw
masih ada risiko munculnya varian baru dan menyebabkan lonjakan kasus lainnya. Namun
dirinya memperingatkan pemerintah nasional agar tidak membongkar sistem yang
telah mereka bangun untuk melawan virus.
“Virus ini akan tetap
ada. Masih bisa membunuh dan masih bisa berubah,” cetusnya.
Tetapi, kepala WHO
mengatakan sudah tiba waktunya bagi negara-negara untuk beralih dari tanggap
darurat ke penanganan Covid seperti penyakit menular lainnya.
Seperti diketahui, Covid
pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember 2019, ketika beberapa pasien
mulai mengalami gejala pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya. Lebih dari
tiga tahun kemudian, asal muasal virus masih menjadi misteri.
Republika
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026