Cuaca Ekstrem Landa Sumut, Masyarakat dan Stakeholder Diimbau Waspada
Kitakini.news – Masyarakat diimbau
agar lebih waspada menghadapi cuaca ekstrim yang saat ini sedang melanda
Sumatera Utara. Tak hanya itu, rakyat Sumut beserta Stakeholder juga diminta
terus berkolaborasi untuk meminimalisir dampak bencana.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
“Kita harus lebih waspada karena
cuaca saat ini agak sulit diprediksi, Stakeholder, masyarakat, dan BPBD harus
berkolaborasi, bekerjasama untuk mengantisipasi situasi-situasi bencana,” kata
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut, Yosi Sukmono kepada
wartawan di Medan, Kamis (4/5/2023).
Yosi mengungkapkan, bahwa pihaknya
saat ini telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan
kesiapsiagaan. Begitu juga dengan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk
lebih waspada akan bencana alam. Dan ini sebagai langkah awal.
Saat banjir bandang melanda kawasan
Sibolangit dan pemandian alam Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, jelas Yosi,
pihaknya langsung bergerak membantu warga yang terdampak. Sedikitnya ada
delapan rumah yang terdampak dan tidak ada korban jiwa, mereka juga memberikan
bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak diterjang banjir bandang.
“Kita langsung terjun, besoknya
Wakil Gubernur Sumut Bapak Musa Rajekshah juga langsung turun meninjau, walau
agak tersendat karena jalanan macet sekitar dua jam saat itu dan saya yakin
BPBD Deli Serdang juga sudah bersiap karena sebelum banjir bandang kita sudah
memprediksi karena hujan cukup lebat,” bebernya.
Sementara itu, Pengamat Meteorologi
dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Meteorologi Belawan Ramos L. Tobing
mengatakan pada tanggal 1-20 Mei 2023, terjadi peningkatan curah hujan dengan
kategori rendah hingga sedang. Kemudian, Juni hingga Juli Sumut akan dilanda
kemarau yang cukup panjang.
“Dasarian 1 dan 2 Mei 2023 curah
hujan rata-rata rendah hingga tinggi, walau mungkin ada yang ekstrem, tetapi di
akhir bulan akan menurun dan kita memasuki musim kemarau di bulan Juni dan
Juli,” papar Ramos L Tobing.
Ramos juga mengimbau kepada
masyarakat agar rajin memantau perkembangan cuaca dari BMKG, sebelum
memutuskan beraktivitas di luar rumah. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi
Info BMKG yang memberikan informasi teraktual terkait cuaca dan bencana alam.
“Sedia payung, baik saat ini juga
pada bulan Juni dan Juli saat musim kemarau, karena mungkin panasnya cukup
terik. Sampai saat ini dari pantauan kami belum masuk kategori ekstrem di
Sumut, tertinggi 36 derajat Celcius, tetapi kalau sudah masuk 37 derajat, sudah
masuk ke kategori ekstrem,” pungkas Ramos.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026