Jumat, 23 Januari 2026

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, Masyarakat dan Stakeholder Diimbau Waspada

- Kamis, 04 Mei 2023 20:09 WIB
Cuaca Ekstrem Landa Sumut, Masyarakat dan Stakeholder Diimbau Waspada

Kitakini.news – Masyarakat diimbau agar lebih waspada menghadapi cuaca ekstrim yang saat ini sedang melanda Sumatera Utara. Tak hanya itu, rakyat Sumut beserta Stakeholder juga diminta terus berkolaborasi untuk meminimalisir dampak bencana.

Baca Juga:

 

“Kita harus lebih waspada karena cuaca saat ini agak sulit diprediksi, Stakeholder, masyarakat, dan BPBD harus berkolaborasi, bekerjasama untuk mengantisipasi situasi-situasi bencana,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut, Yosi Sukmono kepada wartawan di Medan, Kamis (4/5/2023).

 

Yosi mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Begitu juga dengan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada akan bencana alam. Dan ini sebagai langkah awal.

 

Saat banjir bandang melanda kawasan Sibolangit dan pemandian alam Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, jelas Yosi, pihaknya langsung bergerak membantu warga yang terdampak. Sedikitnya ada delapan rumah yang terdampak dan tidak ada korban jiwa, mereka juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak diterjang banjir bandang.

 

“Kita langsung terjun, besoknya Wakil Gubernur Sumut Bapak Musa Rajekshah juga langsung turun meninjau, walau agak tersendat karena jalanan macet sekitar dua jam saat itu dan saya yakin BPBD Deli Serdang juga sudah bersiap karena sebelum banjir bandang kita sudah memprediksi karena hujan cukup lebat,” bebernya.

 

Sementara itu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Meteorologi Belawan Ramos L. Tobing mengatakan pada tanggal 1-20 Mei 2023, terjadi peningkatan curah hujan dengan kategori rendah hingga sedang. Kemudian, Juni hingga Juli Sumut akan dilanda kemarau yang cukup panjang.

 

“Dasarian 1 dan 2 Mei 2023 curah hujan rata-rata rendah hingga tinggi, walau mungkin ada yang ekstrem, tetapi di akhir bulan akan menurun dan kita memasuki musim kemarau di bulan Juni dan Juli,” papar Ramos L Tobing.

 

Ramos juga mengimbau kepada masyarakat agar rajin memantau perkembangan cuaca dari BMKG, sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Info BMKG yang memberikan informasi teraktual terkait cuaca dan bencana alam.

 

“Sedia payung, baik saat ini juga pada bulan Juni dan Juli saat musim kemarau, karena mungkin panasnya cukup terik. Sampai saat ini dari pantauan kami belum masuk kategori ekstrem di Sumut, tertinggi 36 derajat Celcius, tetapi kalau sudah masuk 37 derajat, sudah masuk ke kategori ekstrem,” pungkas Ramos.

 

 



 

Redaksi

 


 

 

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan

INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan

Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan

Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan

FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal

FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal

Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara

Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara

Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026

Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026

Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana

Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana

Komentar
Berita Terbaru