Sosialisasi Pekan Keselamatan Jalan, Sekdasu: Budaya Tertib Berlalulintas Mesti Dilakukan
Kitakini.news – Untuk mengurangi
angka kecelakaan yang terjadi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)
melalui Dinas Perhubungan menggelar program mewujudkan keselamatan
berlalulintas seperti kegiatan Sosialisasi Pekan Keselamatan Jalan di Hotel
Santika Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Rabu (3/5/2023).
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Sosialisasi Pekan Keselamatan Jalan ini
diikuti ratusan para pelaku ojek daring. Pada kesempatan tersebut, seluruh
peserta diberikan helm untuk keselamatan di jalan.
Hal ini dilakukan karena pada tahun
2022 tercatat 11.159 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Sumut. Dari total
seluruh kasus, proporsi kecelakaan didominasi oleh sepeda motor yaitu sebanyak
7.871 kasus.
“Kegiatan ini merupakan salah satu
upaya Pemprovsu untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, penekanan pada
budaya tertib berlalu lintas mesti dilakukan,” kata Sekretaris Daerah Sumut Arief
S Trinugroho saat membuka Sosialisasi Pekan Keselamatan Jalan di Hotel Santika,
Medan, Rabu (3/5/2023).
Arief menjelaskan, para pengguna
jalan harusnya memiliki rasa empati yang tinggi pada sesama pengguna jalan.
Tidak adanya empati pada para sesama pengguna jalan menyebabkan seseorang
melanggar aturan lalu lintas.
“Apabila terjadi kecelakaan
seseorang bisa juga mencelakakan pengguna jalan lain, saya mohonkan empati.
Saya mengajak kita semua selalu berempati. Memahami kepentingan orang lain.
Jangan seperti iklan itu, solusi buat diri sendiri jadi masalah buat orang
lain, pikirkan kepentingan orang lain. Ini kepada seluruh masyarakat kita,” imbuh
Arief.
Selain itu, Sekda Sumut juga
mengajak para pemegang kebijakan lain terus bersinergi mewujudkan budaya lalu
lintas yang aman dan nyaman. Hal tersebut tidak akan tercapai tanpa sinergi
yang erat. “Ayo kita terus bersinergi, seluruh pihak harus terus ikut
terlibat,” tuturnya.
Sementara itu pada kesempatan yang
sama, Kepala Dinas Perhubungan Sumut Agustinus Pandjaitan mengatakan kecelakaan
lalu lintas juga bisa menyebabkan kemiskinan. Apalagi korban kecelakaan
merupakan seorang kepala keluarga.
“Kalau dia seorang kepala keluarga,
punya istri, punya anak, jadi korban, tentu akan berdampak buruk pada
keluarganya,” cetus Agustinus.
Agustinus melanjutkan, kerugian
ekonomi untuk tingkat nasional karena kecelakaan bisa mencapai Rp430 triliun.
Sementara di Sumut kerugian ekonomi yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas
bisa mencapai Rp17,3 miliar. “Jadi kecelakaan ini juga menyebabkan kerugian
ekonomi,” pungkasnya.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026