Salmon Sagala: Jalan Nasional Brastagi-Desa Raya Karo Tak Layak Disebut Jalan Nasional
Kitakini.news – Menteri Pekerjaan Umum Perumahan
Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono didesak segera memerintahkan Kepala Balai
Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Utara agar memperbaiki
jalan nasional Brastagi – Desa Raya Karo yang kondisinya “babak belur”.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
"Kondisi jalan nasional jurusan Brastagi - Desa
Raya Kabupaten Karo benar-benar dalam kondisi hancur-lebur, tidak layak lagi
disebut jalan nasional. Karena penuh dengan lubang dan tidak lagi memiliki
drainase yang memadai," cetus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Sumut Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan di Medan, Jumat (28/4/2023).
Menurut Salmon, kerusakan yang paling parah terjadi di
kawasan Simpang Korpri hingga depan Pakar Sweet Hotel, karena banyak lubang
yang dalam, sehingga kerap menimbulkan kemacetan panjang.
"Jika hujan turun, jalan nasional itu tergenang
air setinggi 40 centimeter. Akibatnya, banyak kendaraan yang mogok ditengah
jalan hingga terperosok ke paret, karena pengguna jalan tidak dapat melihat
batas jalan dengan paret," tandas Politisi PDI Perjuangan ini.
Anggota DPRD Sumut yang berasal dari daerah pemilihan
(Dapil) Karo, Dairi dan Pak pak Bharat ini juga mengaku kecewa melihat kondisi
jalan tersebut. Sebab terkesan kurang mendukung Kota Berastagi dan objek wisata
Tongging sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
"Kita tidak tahu apa rencana Kementerian PUPR Cq
Kepala BBPJN Sumut membiarkan jalan nasional tersebut bertahun-tahun hancur. Sehingga
tidak saja meresahkan pengguna jalan, tapi juga merugikan masyarakat dalam
waktu tempuh maupun kerusakan kendaraanya," ketusnya.
Maka dari itu, Salmon mendesak Kepala BBPJN Sumut segera melakukan perbaikan jalan yang hancur. Jika tidak, dikuatirkan akan muncul aksi protes dari masyarakat pengguna jalan, sebab situasinya sudah mulai "memanas" dengan munculnya berbagai protes dan komentar "pedas" di media sosial, terkait hancurnya sarana penghubung dimaksud.
"Saya meminta dengan tegas kiranya Kepala BBPJN Sumut segera melakukan perbaikan jalan nasional Brastagi - Desa Raya sebab jalan penghubung ini merupakan akses masyarakat menuju Kota Medan dan sekitarnya, termasuk akses kebeberapa destinasi pariwisata ke Tongging dan Haranggaol," pungkasnya.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026