Ingin Bunuh Warga Muhammadiyah, DPR-RI Kecam Tindakan Oknum BRIN
Kitakini.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik (DPR-RI), Saleh Partaonan Daulay mengecam tindakan oknum peneliti
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang hendak membunuh warga
Muhammadiyah.
Baca Juga:
Saleh menegaskan, pernyataan oknum peneliti berinisial
APH yang menghalalkan darah semua warga Muhammadiyah itu tidak pantas
disampaikan seorang aparatur sipil negara (ASN).
"Apalagi kerja di lembaga penelitian seperti
BRIN. Betul-betul aneh. Mereka kan ASN. Mestinya profesional, tidak memihak
satu keagamaan atau kelompok organisasi," cetus Saleh melansir dari laman
resmi dpr.go.id, Jumat (28/4/2023).
Menurutnya, ancaman yang disampaikan ASN itu sangat
menodai kerukunan umat beragama. Banyak warga negara yang merasa was-was,
khawatir, bahkan takut.
"Menghalalkan darah itu sama dengan ancaman
membunuh. Itu pernyataan sangat serius dan berbahaya. Ini bukan delik aduan.
Kalau ada ancaman membunuh seperti itu, aparat penegak hukum harus segera
mengambil langkah. Paling tidak pelakunya diamankan terlebih dulu, diperiksa
dasar dari pernyataannya," ucap Tokoh Muhammadiyah itu.
Di Indonesia, lanjut dia, perbedaan antar suku dan
agama itu hal biasa. Semua saling menghormati. Semua hari besar umat beragama
dirayakan dengan baik, dijadikan libur bersama.
"Kalau yang beda agama saja saling menghormati,
kenapa yang hanya berbeda metode penentuan 1 Syawal malah seperti mau perang?
Perbedaan itu bukan hanya sekali ini terjadi, dan tidak hanya di Indonesia, di
negara lain pun ratusan negara merayakan Lebaran pada 21 April," jelas
Politisi Fraksi PAN ini.
Saleh juga menilai, sebagai ilmuwan, Profesor Riset
Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas
Djamaluddin Thomas sangat tidak bijak. Bahkan pada titik tertentu, dia
menggiring pada perdebatan yang menjurus pada perpecahan.Di tingkat akar
rumput, hal ini sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan.
Apalagi, kata Saleh, sebagai ilmuwan BRIN yang
merupakan lembaga negara dan pembiayaannya dari APBN yang bersumber dari dana
masyarakat. Karena itu, seluruh program dan kegiatannya harus dipergunakan bagi
kepentingan seluruh masyarakat, tidak boleh dibeda-bedakan.
"Kalau ada oknum yang memakai BRIN untuk
kepentingan sesaat kelompok tertentu, itu adalah kesalahan. Etika ASN sebagai
pelayanan masyarakat dilanggar. Harus diluruskan," ujar Saleh.
Saleh mengatakan, sebelum keberadaan Thomas sebagai
tim isbat Kemenag, tidak ada perdebatan tersebut. Kalaupun ada, lanjut Saleh
tidak sampai saling menyalahkan dan mendiskreditkan.
"Dalam kaitan ini, Thomas Djamaluddin semestinya
diberi sanksi. Paling tidak, dia jangan diberi tugas lagi dalam hal penetapan 1
Ramadan dan 1 Syawal," imbuhnya
Sebelumnya ramai sebuah tangkapan layar Twitter
terkait aksi mengancam akan membunuh warga Muhammadiyah.
ncaman
pembunuhan itu ditulis akun facebook dengan alamat
web.facebook.com/a.p.hasanuddin dalam sebuah diskusi di sosial media.
Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua
Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda
kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya
bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal
pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,"
demikian pernyataan Andi di Facebook.
BRIN telah mengkonfirmasi bahwa benar akun tersebut
merupakan milik salah satu ASN mereka, yaitu APH.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko lantas meminta maaf
atas peristiwa tersebut dan berjanji akan memproses sidang etik APH pada Rabu
(26/4/2023) besok.
"BRIN meminta maaf, khususnya kepada seluruh
warga Muhammadiyah, atas pernyataan dan perilaku salah satu sivitas BRIN,
meskipun ini adalah ranah pribadi yang bersangkutan," kata Laksona
Andi Pangerang Hasanuddin (APH), Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan surat pernyataan
permintaan maaf atas ancaman pembunuhan yang dilontarkannya kepada warga
Muhamamdiyah di media sosial (medsos).
Surat pernyataan maaf itu disampaikan melalui peniliti
senior BRIN Thomas Jamaluddin.
Redaksi
Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?
Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang
Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan
Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok