Jumat, 23 Januari 2026

Gempa Mentawai, Warga Kota Pariaman Berhamburan Keluar Rumah, Ada Yang Menuju Dataran Tinggi

- Selasa, 25 April 2023 12:43 WIB
Gempa Mentawai, Warga Kota Pariaman Berhamburan Keluar Rumah, Ada Yang Menuju Dataran Tinggi

Kitakini.news – Warga Kota Pariaman, Sumatera Barat berhamburan keluar rumah saat peristiwa gempa tektonik berkekuatan 7.3 SR yang mengguncang kawasan Pantai Barat Mentawai, Selasa (25/4/2023) Pukul 03.00 WIB dini hari.

Baca Juga:

 

Dani Suryono seorang warga Cubadak Air, Kota Pariaman saat dihubungi Kitakini.news, Selasa (25/4/2023) mengatakan, getaran gempa terasa sangat kuat di Kota Pariaman dan banyak warga yang berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa.

 

“Saya sampai terbangun dengan getaran kuat gempanya. Kemudian bergegas keluar rumah bersama anggota keluarga,” ujarnya.

 

Dani juga menjelaskan, bahwa sebagian warga juga ada yang pergi menuju arah dataran tinggi yang ada disekitar Kota Pariaman, khususnya warga yang berada di dekat pantai yang ada di kota ini.

 

Tak hanya itu, lanjut Dani, warga Kota Pariaman juga merasakan gempa susulan. Namun getarannya tidak sebesar gempa pertama.

 

“Ada gempa susulan, namun getarannya lebih kecil dari gempa pertama,” pungkasnya.

 

Seperti diketahui,  Gempa tektonik M7.3 mengguncang pantai Barat Sumatera Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) dengan kedalaman 23 kilometer,Selasa (25/4/2023) Pukul 03.00 WIB dini hari.

 

Dari hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tercatat gempa Mentawai memiliki parameter Update dengan M6.9 yang berada di koordinat 0,94° Lintas Selatan, 98,38° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 177 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai, Sumbar.

 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

 

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault),” ujar mengutip laman resmi BMKG.go.id, Selasa (25/4/2024).

 

 

 

Redaksi 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Masyarakat Adat Minangkabau Deklarasi di DPRD Sumbar, Tolak Sertifikasi Tanah Ulayat

Masyarakat Adat Minangkabau Deklarasi di DPRD Sumbar, Tolak Sertifikasi Tanah Ulayat

Artha Graha Peduli dan DMDI Indonesia Kirim Alat Berat Serta Puluhan Ton Barang ke Aceh

Artha Graha Peduli dan DMDI Indonesia Kirim Alat Berat Serta Puluhan Ton Barang ke Aceh

Ketum AMPG: Penanganan Bencana Sumatera Butuh Semangat Gotong Rotong, Jangan Saling Menyalahkan

Ketum AMPG: Penanganan Bencana Sumatera Butuh Semangat Gotong Rotong, Jangan Saling Menyalahkan

Said Aldi Al Idrus: Bantuan Pemerintah Sudah Sangat Maksimal ke Daerah Terdampak Bencana

Said Aldi Al Idrus: Bantuan Pemerintah Sudah Sangat Maksimal ke Daerah Terdampak Bencana

Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia Bahlil Lahadalia Kirim Bantuan Rp1 M ke Lokasi Bencana

Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia Bahlil Lahadalia Kirim Bantuan Rp1 M ke Lokasi Bencana

Presiden Kunjungi Korban Bencana di Palembayan, Sumbar

Presiden Kunjungi Korban Bencana di Palembayan, Sumbar

Komentar
Berita Terbaru