Pedagang Kecil Hanya Cari Makan, Rapidin Simbolon: Manusiakan Mereka!
Kitakini.news – PDI Perjuangan pada umumnya tidak menentang kebijakan larangan menjual pakaian bekas impor (Monza) yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat, namun DPD PDI Perjuangan Sumut meminta kepada pihak terkait agar mengimplementasikannya secara adil dengan memperhitungkan aspek kemanusiaan.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapididn Simbolon Ketua
DPRD Sumut Baskami Ginting, Anggota DPRD Sumut Sugianto Makmur dan Anggota DPRD
Kota Medan Hendri Duin, saat menerima audiensi pedagang kecil pakaian bekas
import di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting Medan, Kamis
(20/4/2023).
“Kenapa pertimbangan aspek kemanusiaan penting, karena pedagang kecil
bukanlah pemain inti dari beredarnya Monza di Medan. Mereka hanya pemain kecil
yang menggantungkan nasibnya dengan berdagang seadannya. Jadi kalau ada
penangkapan dan penyitaan tentu berimbas pada kehidupan mereka termasuk anak
dan keluarga lainnya. Kan kasihan kalau begitu ceritanya,” tandas Rapidin
kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Jumat (21/4/2023).
Kalau mau selesaikan, kata Rapidin, selesaikan “pemain besarnya” dulu, agar
jangan seolah-olah hukum tumpul keatas dan tajam kebawah,
“Ini yang menjadi perhatian kita. Gimana pun mereka masyarakat Indonesia
yang memiliki hak untuk hidup tenang. Mau jualan malah di uber-uber aparat, mau
jualan takut kan kasian. Akhirnya gegara Monza malah terjadi tragedi
kemanusiaan,” ketus Rapidin.
Untuk itu, lanjut Rapidin, dirinya sudah memberikan intruksi kepada tiga pilar
partai untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar larangan penjualan
Barang Bekas Import tidak sampai menimbulkan tragedi kemanusiaan.
“Kita tahu masyarakat kecil yang bergantung pada sektor ini sangat banyak,
perlu langkah konkrit agar mereka tetap bisa hidup. Jangan hanya dilarang tapi
tidak diberi solusi, ini fatal menurut saya. Dan kita mengimbau kepada pihak
terkait agar jangan asal main hantam saja. Gunakan pendekatan humanis agar
tidak terjadi gejolak,” pungkasnya.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026