Tahun 2022, Zakat ASN Pemprovsu Rp6,8 Miliar
Kitakini.news – Zakat Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) meningkat signifikan pada tahun
2022. Total zakat yang berhasil terkumpul dari ASN Pemprovsu sekitar Rp6,8
miliar.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Salah satu yang mendorong pemberian zakat ini adalah
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Gubernur ke-18 Sumut ini memberikan perhatian
besar untuk pembayaran zakat di lingkup kerjanya.
“Pak Gubernur sangat concern pada zakat, sehingga ASN
Pemprovsu tahun lalu peningkatannya signifikan, sekitar Rp6,8 miliar, kemudian
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Sumut Rp13,38 miliar dan Perumda Tirtanadi
ketiga,” kata Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut Mohammad Hatta,
saat acara penyerahan zakat triwulan I 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan
Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (13/4/2023).
Hatta menjelaskan, pihaknya menargetkan tahun depan
mengumpulkan Rp2,1 triliun zakat. Tanda-tanda peningkatan penerimaan zakat di
Baznas, menurutnya sudah terlihat di awal tahun ini.
“Bersama Pak Gubernur kita targetkan Rp2,1 triliun dan
di awal tahun ini peningkatannya signifikan 28 persen untuk triwulan I, mungkin
karena Ramadan, tetapi kita harus terus seperti ini,” imbuh Hatta.
Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi mengungkapkan bahwa
potensi zakat Sumut mencapai Rp8,1 triliun, namun saat ini masih di angka Rp22
miliar tahun lalu. Sebelumnya, malah zakat Sumut hanya berada di angka Rp3
miliar dan terus berangsur naik saat Edy Rahmayadi menjabat.
“Pertama saya jadi Gubernur hanya Rp3 M, naik terus sampai
sekarang, tetapi masih jauh dari Rp8 triliun, di mana semua muzaki Sumut?” tuturnya.
Zakat ini, lanjut Edy, harusnya bisa membantu
perputaran uang di Sumut, apalagi pasca pandemi Covid-19. Dalam satu bulan
perputaran uang di Sumut seharusnya Rp2,2 triliun, tetapi saat ini hanya
mencapai Rp1,1 triliun.
“Banyak sekali selisihnya, makanya rakyat kita masih
banyak yang kesulitan, dari zakat inilah harusnya kita bisa membantu
defisitnya, tetapi saat ini belum bisa,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Edy juga menyerahkan secara simbolis penyaluran zakat yang didapat dari di lingkup Pemprovsu kepada mustahik. Selain itu, Edy juga menyerahkan zakat mal nya untuk triwulan II kepada Baznas, diikuti Kepala OPD Pemprovsu.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026