Kamis, 22 Januari 2026

Ramadhan dan Jumat Agung, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

- Minggu, 09 April 2023 18:24 WIB
Ramadhan dan Jumat Agung, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Kitakini.news - Ramadan telah memasuki pertengahan 30 hari puasa persis perayaan Jumat Agung bagi umat Kristen yang diperingati di seluruh dunia.

Baca Juga:

Ramadan bukan hanya sebagai perayaan ritual agama Islam dan Jumat Agung juga bukan hanya ritual agama Kristen tetapi berhubungan  erat untuk mempersatukan kebersamaan antar umat beragama  dalam menjalankan perintah agamanya masing-masing.

Sama dengan ibadah puasa di Bulan Ramadan, perayaan Jumat Agung juga diharapkan dapat membawa suasana saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Toleransi yang terbangun antar umat beragama akan semakin kuat dengan adanya momentum perayaan umat beragama yang beriringan.

Pengurus Majelis Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jemaat Khusus Griya Martubung Anton Sinaga menyampaikan, momentum kebersamaan yang dicita-citakan perlu diupayakan sebagai momentum kebersamaan.

“Apa pun situasinya, dimana pun dan kapan pun, kita bisa membuat momentum kebersamaan, suasana yang rukun dan damai, untuk saling memahami serta melindungi satu sama lainnya. Oleh karenanya, ketika Ramadan ini bersamaan juga dengan masa Jumat Agung dan Paskah, ini merupakan waktu yang sangat baik untuk kita saling menghargai satu sama lainnya,” kata Anton.

Anton menjelaskan, seluruh anak bangsa perlu memahami bahwa negara ini ada dalam keberagaman. Artinya, setiap umat beragama di Indonesia bisa merayakan apa yang di-imaninya secara berbeda.

Pada Ramadan kali ini, umat Islam suka cita menjalankan ibadah puasa. Sementara ada umat lainnya yang merayakannya secara kekristenan, yaitu masa Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah.

Ibarat wajah yang harus selalu dirawat, tidak hanya wajah yang fisik saja yang perlu kita poles dan manjakan supaya terlihat indah di hadapan banyak orang. Tapi juga wajah ke-Indonesiaan dan kemasyarakatan kita yang beragam yang perlu kita rawat.

"Sudah sejak semula ada perbedaan, tapi bagaimana mengupayakannya untuk selalu menjadi momentum yang menjaga, mengapresiasi, merawat, menghargai, melengkapi satu sama lainnya. Ini yang harus kita terus rawat bersama," imbuh Anton.

Senada dengan itu, Hotbiner Silaen juga menjelaskan, rasa kebersamaan sesama anak bangsa dapat terwujud dengan selalu membuka ruang perjumpaan.

Misalnya di masa puasa ini, umat Kristen bisa bersama-sama ikut serta dalam menyemangati dan mendukung saudara-saudara yang berpuasa.

Demikian juga yang Muslim misalnya atau beragama lain, di masa paskah boleh saling memberi selamat  atau memberikan dukungan, juga menjaga keamanan dan ketertibannya satu sama lain.

Hal ini dilakukan supaya semua bisa merasakan adanya kebersamaan sebagai warga negara yang memiliki keagamaan atau keimanan yang berbeda.

"Ruang perjumpaan itu harus selalu dibuat, tidak hanya dalam bentuk berdialog secara formal, tapi justru harus dalam bentuk dialog aksi. Itu bisa dibangun juga melalui percakapan di media digital. Di ruang digital juga perlu kita bangun narasi supaya teduh, menyemangati, menguatkan, dan bukan sebaliknya. Ini yang kita butuhkan supaya kekayaan bangsa ini dengan keberagaman itu bisa terus terawat dan itu menjadi berkat bagi bangsa ini," tambah Hotbiner.

Dirinya juga menekankan pentingnya peranan para pemuka agama dalam memberikan pengaruh yang baik terhadap komunitasnya.

"Pemuka agama adalah panutan dan memiliki kepemimpinan yang dapat mempengaruhi orang banyak, terutama umatnya. Merupakan tugas para pemuka agama untuk memberikan imbauan atau ujaran yang membuat umatnya memahami konsep keberagaman itu sendiri,” ucap keduanya.




Kontributor: Desrin Pasaribu

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?

Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?

Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang

Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang

Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes

Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan

Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok

Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok

Raja Kungfu Dagestan Muslim Salikhov, KO Carlos Leal dalam 42 Detik di UFC Abu Dhabi

Raja Kungfu Dagestan Muslim Salikhov, KO Carlos Leal dalam 42 Detik di UFC Abu Dhabi

Komentar
Berita Terbaru