Keji! Polisi Israel Serang dan Lukai Jamaah Palestina di Masjid Al Aqsa
Kitakini.news - Sejumlah jamaah Palestina terluka setelah
pasukan pendudukan Israel menyerbu aula salat Al-Qibili di masjid Al-Aqsa di
Kota Tua Yerusalem, Rabu (05/04/2023) pagi.
Baca Juga:
Polisi Israel mengklaim, tindakan tersebut dilakukan sebagai
respons mereka menanggapi 'kerusuhan', seperti dilaporkan Aljazeera.
Segera setelah insiden itu terjadi, video di media sosial
ramai menunjukkan petugas polisi Israel memukuli warga Palestina. Sadisnya,
pemukulan tidak hanya dilakukan dengan pentungan namun popor senapan di dalam masjid
di situs yang diperebutkan dan dihormati oleh Muslim dan Yahudi.
Pasukan Israel menyerbu masjid dengan bom gas bersama dengan
granat suara menciptakan teror setelah jamaah Palestina meronta-ronta jamaah
Palestina yang hadir di masjid.
Meskipun orang yang terluka diketahui, jumlah jemaah yang
terluka parah dalam serangan itu masih belum pasti.
Bulan Sabit Merah Palestina, dalam sebuah pernyataan,
mengatakan bahwa pasukan Israel mencegah petugas medis mencapai Al-Aqsa.
Ketegangan telah berlangsung di Yerusalem timur dan Tepi
Barat selama berbulan-bulan, dan ketakutan akan kekerasan lebih lanjut dipicu
oleh konvergensi bulan suci Ramadhan dan Paskah.
Konfrontasi semacam itu di kompleks suci yang diperebutkan,
tempat suci ketiga tersuci dalam Islam dan juga situs paling suci dalam
Yudaisme dan disebut sebagai Temple Mount, telah memicu perang lintas batas
yang mematikan antara Israel dan penguasa Hamas di Gaza di masa lalu, yang
terakhir adalah pada tahun 2021.
Alasan yang memicu kekerasan tidak jelas. Namun, polisi
Israel beralasan bahwa mereka dipaksa masuk ke kompleks setelah 'agitator
bertopeng' mengunci diri di dalam masjid dengan kembang api, tongkat dan batu.
Polisi lebih lanjut menambahkan bahwa salah satu petugas
mereka terluka di kakinya oleh batu saat mereka berurusan dengan warga yang mereka sebut para perusuh.
Kekerasan di Yerusalem memicu protes dan kecaman dari
kelompok-kelompok Palestina yang mengutuk serangan terbaru terhadap jamaah
dengan menggambarkannya sebagai 'kejahatan'.
Hamas, di Gaza, menyerukan protes besar dan orang-orang
mulai berkumpul di jalan-jalan, dengan seruan untuk menuju perbatasan
Gaza-Israel yang dijaga ketat untuk demonstrasi yang lebih keras.
Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu
Rudeineh, memperingatkan Israel bahwa tindakan seperti itu melampaui semua
garis merah dan akan menyebabkan ledakan besar.
Warga Palestina juga khawatir dengan gerakan sayap kanan
Israel yang ingin menghancurkan struktur Islam di kompleks Masjid Al-Aqsa dan
membangun kuil Yahudi di tempat mereka.
Di Gaza, kelompok militan Palestina Hamas dan Jihad Islam
juga menyerukan warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Israel untuk
pergi dan berkumpul di sekitar Masjid Al-Aqsa dan menghadapi pasukan Israel.
Redaksi
Situs Klub Nilai Komentar Mo Salah “Memalukan”, Isyarat Pergi dari Liverpool Jadi Jalan Terakhir?
Tim Futsal Putra Terbaik se-Sumatera Siap Bertanding Babak Regional Final AXIS Nation Cup 2025 di Palembang
Muryanto Diperiksa KPK, Kemanan Kampus Intimidasi Larang Mahasiswa Protes
Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Dipicu Masalah Pasokan
Inalum Genjot Produksi Green Aluminium dengan Teknologi Mutakhir Tiongkok