Edy: Pertumbuhan Ekonomi Sumut Signifikan Hingga Produksi Pangan
Kitakini.news – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)
terus berupaya dalam meningkatkan sistem administrasi dan pelayanan kepada
masyarakat. Berbagai program yang telah dijalankan memberikan pencapaian yang
penting dan memperoleh penghargaan baik pada tingkat regional maupun nasional
pada tahun 2022.
Baca Juga:
- INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
- Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
- FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Demikian disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun Anggaran 2022
saat Sidang Paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut,
Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (29/3/2023).
Hadir sebagai pimpinan rapat, Wakil Ketua DPRD Sumut
Rahmansyah Sibarani serta empat pimpinan dewan lainnya.
Adapun capain yang diperoleh selama periode 2022
sebanyak 14 penghargaan, di antaranya Penghargaan gerakan ekonomi kreatif
nasional (Gekrafs) oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Indeks
pencegahan korupsi tertinggi dari Komisi Pemberantasan Korupsi dengan kategori
pemerintah daerah dengan sektor indeks monitoring, Opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI karena dinilai telah
berhasil atas implementasi rencana aksi dalam laporan keuangan tahun anggaran
2021 dengan total raihan 8 kali secara berturut dari tahun 2014.
Serta berbagai penghargaan lainnya seperti Growing
Indonesian’s Digital Ecosystem untuk pelayanan terbaik, Sistem Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3), Penghargaan atas komitmen pencegahan, pemberantasan,
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), Penghargaan penyidikan
tindak pidana ketenagakerjaan (P.21), anugerah KPAI 2022 atas komitmen terhadap
perlindungan anak, Anugerah Meritokrasi yang kedua setelah 2021, Keterbukaan
Informasi Publik dari Komisi Informasi, Kepatuhan Pelayanan Publik dari
Ombudsman, dan lainnya.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah Provinsi Sumatera
Utara masa jabatan 2019-2023, telah dijalankan sesuai dengan rencana kerja
setiap tahunnya, dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)
2019-2023 yang menjadi pedoman dalam menyusun program dan kegiatan di
masing-masing perangkat daerah untuk mewujudkan visi Sumatera Utara yang Maju,
Aman dan Bermartabat,” jelasnya.
Untuk laporan anggaran pendapatan dan belanja daerah
(APBD) periode 2022 Gubernur menyampaikan besaran pendapatan tahun tersebut
sebesar 101,1 persen, dimana dari target Rp12.459.352.172.672, realisasinya
sebesar Rp12.596.009.416.643.
Hal ini berbeda dengan periode 2020 yang cenderung
mengalami penurunan akibat bencana Covid-19 yang melanda dunia. Namun mulai
meningkat sejak 2021 dan 2022, melalui program pemulihan ekonomi.
Kemudian belanja daerah yang dialokasikan sebesar
Rp13.395.006.196.440, terealisasi sebesar Rp12.506.831.309.685 atau 93,37 persen,
dimana arahnya masih dalam upaya pemulihan ekonomi dampak Covid-19, disamping
prioritas pembangunan yang telah ditetapkan di Sumatera Utara dengan kondisi
jumlah penduduk mencapai 15.115.206 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk
tahun 2021-2022 sebesar 1,21 persen.
“Selanjutnya kami laporkan indikator makro pembangunan
provinsi sumatera utara kurun waktu 2019- 2023. Pertumbuhan ekonomi secara
makro kinerja perekonomian Sumatera Utara pada tahun 2022 tumbuh sebesar 4,73
persen, meningkat dibanding capaian tahun 2021 sebesar 2,61 persen. Bahwa
pertumbuhan ekonomi ini cukup lumayan karena kondisi perekonomian masih terasa
dampak Covid-19, sehingga pencapaian normal di berbagai sektor masih terasa
lambat,” papar Edy.
Selanjutnya jumlah penduduk miskin pada tahun 2022
sebanyak 1.262.090 jiwa atau sebesar 8,33 persen dari total penduduk Sumatera
Utara. Angka tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan jika
dibandingkan dengan kondisi pada September 2021 sebanyak 1.273.070 jiwa atau
sebesar 8,49 persen dari total penduduk.
“Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak
10.980 jiwa pada periode september 2021- september 2022, dengan penurunan
persentase penduduk miskin sebesar 0,16 poin. Pencapaian ini merupakan hasil
kerjasama semua pihak baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi
dan pemerintah kabupaten/kota yang menjalankan program pemulihan ekonomi
melalui bantuan sosial, bantuan langsung tunai serta intervensi dalam rangka
menjaga daya beli masyarakat,” bebernya.
Setelah menyampaikan laporan terkait penyelenggaraan
urusan pemerintah daerah seperti pendidikan dan kesehatan, Gubernur mengatakan
bahwa persentase panjang jalan provinsi dalam keadaan mantap pada tahun 2021
sebesar 76,37 persen, mengalami peningkatan pada tahun 2022 sebesar 80,57
persen.
Termasuk pembangunan jembatan provinsi dalam kondisi
baik pada tahun 2022 sebesar 84,15 persen, dengan kondisi keadaan yang sama
pada akhir tahun 2021 sebesar 84,15 persen. Begitu juga dengan persentase
pembinaan cabang olahraga pada tahun 2021 sebesar 92 persen, pada tahun 2022
naik sebesar 96,87 persen.
“Selanjutnya kami sampaikan capaian kinerja urusan
kelautan dan perikanan. Produksi perikanan tangkap pada tahun 2021 sebanyak
420.419,65 ton, pada tahun 2022 produksi perikanan tangkap sebanyak 449.571,7
ton. Dengan demikian terjadi peningkatan produksi perikanan tangkap di provinsi
sumatera utara tahun 2022,” tambahnya.
Selain itu, urusan pertanian yang masih dalam upaya
peningkatan ketahanan pangan, Gubernur menyampaikan data produksi padi pada
tahun 2022 sebesar 3.986.057 ton, meningkat dibandingkan pada tahun 2021
sebesar 3.906.872 ton. Jumlah produktivitas padi pada tahun 2022 sebesar 5,36
ton/hektare, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2021 sebesar 5,20
ton/hektare.
“Beberapa hal yang telah disampaikan diatas, baik yang
mampu direalisasikan sesuai target maupun yang belum memuaskan, merupakan
akumulasi kerja keras semua pihak, mulai dari proses perencanaan, penganggaran
maupun implementasi pelaksanaan program dan kegiatan, serta pengawasan dari
semua lembaga fungsional dan masyarakat. Untuk kedepan, perlu diantisipasi
beberapa kerja besar, antara lain pemilihan kepala daerah dan tuan rumah pekan
olah raga nasional (PON),” terangnya.
Sebagai penutup, Edy menyampaikan terima kasih
sekaligus permohonan maaf bila kinerja yang diperoleh selama masa jabatan lima
tahun belum dapat memuaskan semua pihak, mengingat LKPj kali ini adalah yang
terakhir di periode kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah selaku Gubernur
dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, yang akan berakhir September mendatang.
Usai penyampaian LKPj, selanjutnya pimpinan sidang
Rahmansyah Sibarani menyampaikan terima kasih atas laporan Gubernur tersebut
dan akan mengagendakan rapat selanjutnya guna membahas sekaligus memberikan
rekomendasi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan. Rapat tersebut kemudian
ditutup dengan penyerahan dokumen LKPj Gubernur Sumataera Utara, Akhir Tahun
Anggaran 2022 kepada pimpinan dewan.
Redaksi
INALUM Prioritaskan Bantuan Bencana di Sumatera, Alihkan Perayaan Ulang Tahun ke-50 untuk Kemanusiaan
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026