Kamis, 22 Januari 2026

Hari ke-6 Ramadhan 1444 H/2023 M, Harga Ikan Masih Mahal

- Rabu, 29 Maret 2023 13:25 WIB
Hari ke-6 Ramadhan 1444 H/2023 M, Harga Ikan Masih Mahal

Kitakini.news - Pasokan ikan dari nelayan masih minim membuat harga ikan mahal di pasar-pasar tradisional hingga hari ke-6 bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah/2023 M.

Baca Juga:

Pantauan media ini di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), ratusan kapal nelayan skala kecil dan besar hingga hari ke-6 masih kebanyakan sandar dan berlabuh di dermaga perikanan belum turun melaut.

Ibu rumah tangga (IRT) Rosinta (40) warga Griya Martubung, Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan berkomentar usai belanja di Pasar Yuka mengatakan harga ikan, Selasa (28/3/2023) diketahui harga pasaran ikan dintaranya jenis cumi Rp70 hingga Rp90 ribu, ikan nila Rp30, pari Rp40 ribu, ikan patin Rp25 ribu, gembung Rp50 ribu, ikan selayang Rp35 ribu, udang Rp 60 hingga Rp 90 ribu dan tongkol Rp40 ribu, ikan dencis Rp 35 per kilogramnya (Kg).

Dia mengatakan ukuran keluarganya membutuhkan satu Kg ikan dalam satu hari, kini terpaksa dikurangi karena keuangan tidak sanggup, katanya.

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua HNSI Kota Medan, Abdul Rahman alias Atan melalui telepon selulernya membenarkan harga ikan melonjak naik karena pasokan ikan ke pedagang minim di pasar-pasar tradisional dan nelayan masih sedikit turun melaut.

Harga ikan melonjak naik yang paling murah harga dasar ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Gabion Belawan sebesar Rp30.000.

Pedagang ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) S Panjaitan dan R Simatupang yang sehar-harinya berjualan di Pasar Yuka Martubung Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan juga mengatakan modal dasar sangat mahal maka dijualpun jadi mahal supaya ada untung sedikit, kata pedagang ikan itu.

Mahalnya harga ikan diakui Asosiasi Perikanan Pedagang Gabion Belawan (AP2GB) B Gultom, di sela pantauannya di PPSB.

Dia menduga mahalnya harga ikan karena minimnya pasokan dari nelayan akibat masih berlangsungnya musim angin kencang dan pasang mati sehingga banyak kalangan nelayan lebih memilih hanya menambatkan kapalnya di sejumlah tangkahan pendaratan ikan.




Kontributor: Desrin Pasaribu

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sepanjang 2025, Bobby Nasution Benahi 44,9 Km Jalan Provinsi

Sepanjang 2025, Bobby Nasution Benahi 44,9 Km Jalan Provinsi

PN Medan Terima Dua Gugatan Lingkungan Hidup terhadap PT Toba Pulp Lestari dan PT Tri Bahtera Srikandi

PN Medan Terima Dua Gugatan Lingkungan Hidup terhadap PT Toba Pulp Lestari dan PT Tri Bahtera Srikandi

Medan Siap Era Digital, Rico Waas Percepat Distribusi SPPT PBB untuk Transparansi dan Kemudahan Wajib Pajak

Medan Siap Era Digital, Rico Waas Percepat Distribusi SPPT PBB untuk Transparansi dan Kemudahan Wajib Pajak

Bandar & Kurir 100 Kg Sabu Divonis Seumur Hidup, Pengendali Dihukum Mati

Bandar & Kurir 100 Kg Sabu Divonis Seumur Hidup, Pengendali Dihukum Mati

Wali Kota Medan Dorong Inovasi Pembangunan Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Wali Kota Medan Dorong Inovasi Pembangunan Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Dorong Transformasi Pembangunan Kota Medan Menuju Era Digital

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Dorong Transformasi Pembangunan Kota Medan Menuju Era Digital

Komentar
Berita Terbaru