Forkopimda di Sumut Harus Lebih Serius Atasi Aksi Geng Motor
Kitakini.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD
Sumut), HM Subandi menyesalkan makin maraknya geng motor yang terjadi saat
ummat Islam merayakan bulan Suci Ramadhan.
Baca Juga:
Maka dari itu, Subandi meminta Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) bersama
kabupaten/kota untuk lebih serius, termasuk mencari simpul akar masalah aksi
kebut-kebutan jalanan yang kerap diwarnai tindak kekerasan itu.
"Ini sangat kita sesalkan geng motor terjadi di bulan Ramadhan. Ini
artinya apa, kita dituntut makin serius mencari tahu apa akar penyebab utamanya
dan bagaimana mengatasinya," kata Subandi kepada Kitakini.news di ruang
kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (28/3/2023).
Hal ini dikatakan Politisi Partai Gerindra ini merespon perisitiwa main
hakim sendiri terhadap tiga remaja
diduga geng motor di Desa Tumpatan dan Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan
Beringin, Kabupaten Deli Serdang.
Aksi yang terjadi Minggu (26/3/2023) tersebut menyebabkan satu orang
meninggal dunia. Sebelumnya, aksi lebih berani diperlihatkan puluhan remaja
diduga geng motor sambil berkonvoi menuju Kecamatan Perbaungan di Kabupaten
Sergai.
Merespon peristiwa yang sudah berulang-ulang terjadi itu, M Subandi
menegaskan, banyak faktor bisa menjadi penyebabnya.
"Yang jelas, kita tidak serius mengatasinya, terutama mencari akar
masalah terkait penyediaan tempat hiburan bagi para remaja dan narkoba,"
ujarnya Wakil Rakyat yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 3
meliputi Kabupaten Deli Serdang ini.
Hal itu dibuktikan Subandi ketika menggelar reses di Pagar Merbau, Deli
Serdang belum lama ini. Pagar Merbau merupakan titik kumpul anak-anak remaja
sambil berkendaraan, kemudian saling tantang dan ejek bahkan kerap diwarnai
perkelahian menggunakan senjata tajam.
"Pak Camat Medan Merbau Ibnu Hajar bilang mereka geng motor itu
semuanya anak-anak baik, tetapi karena mereka nggak ngerti mau ke mana, tempat
hiburan untuk anak-anak muda gak ada, ya akhirnya mereka bergerombol di pinggir
jalan," cetusnya.
Terhadap Narkoba, Subandi menilai bahwa hal ini diduga menjadi pemicu kuat
munculnya aksi tawuran antar geng motor dengan warga.
"Karena tidak ada tindakan tegas, insiden ini terus berulang-ulang,
sehingga membuat masyarakat menjadi tidak nyaman," tandasnya.
Karena itu, sambung Subandi, dibutuhkan keseriusan Pemprovsu bersama
Pemkab/Pemko untuk mencari akar masalah geng motor secara tuntas.
"Kita yakini, kalau dibebankan tanggungjawab ke petugas kepolisian,
ini tidak akan tuntas, semua pihak mesti dilibatkan," tukasnya.
Di lain pihak Subandi berharap kepada pimpinan DPRD Sumut untuk terus
mendorong terwujudnya Ranperda tentang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban
Umum menjadi Perda, yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan ketentraman
masyarakat.
"Salah satu diantaranya adalah mengatur jam keluar malam masyarakat,
termasuk anak-anak remaja pada malam hari," pungkas Subandi.
Redaksi
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan
FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal
Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara
Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026
Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana