Kamis, 22 Januari 2026

Situs Sejarah di Sumut Banyak Bagian Dari Sejarah Dunia

- Senin, 20 Maret 2023 12:11 WIB
Situs Sejarah di Sumut Banyak Bagian Dari Sejarah Dunia

Kitakini.news – Situs-situs sejarah yang ada di Sumatera Utara (Sumut) banyak yang merupakan bagian dari sejarah dunia. Untuk itu, diperlukan intervensi Pemerintah Daerah agar penyelamatan situs tersebut mutlak diperlukan.

Baca Juga:

 

"Situs-situs sejarah di Sumut banyak yang merupakan bagian dari sejarah dunia. Penyelamatannya sekaligus berarti menyelamatkan kepingan sejarah dunia," kata Arkeolog dunia asal Inggris, Edmund Edwards McKinnnon ketika bertemu dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (17/3) lalu. 

 

Dididampingi sejarawan UNIMED Ichwan Azhari, Mckennon datang untuk menyampaikan hasil observasinya selama sepekan terhadap berbagai situs sejarah yang ada di Sumut, seperti Situs Buluh Cina, Situs Kota Rantang, Situs Benteng Puteri Hijau, serta rumah pengasingan Bung Karno di Brastagi.

 

Selama beberapa hari di Kota Medan, Mckinnon memberikan masukan tentang langkah-langkah yang sebaiknya ditempuh Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) dalam menyelamatkan berbagai situs sejarah yang terancam hilang.

 

Pada kesempatan itu, Edy menyambut baik kedatangan Mckinnon ini dan mengharap berbagai masukan dari Mckinnon untuk ditindaklanjuti.

 

"Saya undang anda untuk datang lagi ke Sumut, mengobservasi berbagai situs dan warisan sejarah yang ada di Sumut," ujarnya.

 

Mckennon menyatakan sejarah Sumut, baik di Pantai Timur maupun Pantai Barat merupakan sejarah yang penting dalam hubungannya dengan sejarah internasinal.

 

Mckennon yang berusia 83 tahun ini merupakan peneliti sejarah kuno Sumut sejak tahun 1970, dan dirinya sangat mengapresiasi komitmen Gubernur Edy Rahmayadi.

 

"Saya bangga dengan Anda salah satu pemimpin yang peduli pada sejarah dan saya siap untuk membantu anda," pungkasnya.

 

Sementara Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan dirinya telah berkomitmen sejak dilantik sebagai Gubernur untuk memelihara warisan dan situs sejarah yang ada di Sumut.

 

Hal itu, lanjut Edy, sudah diwujudkan dengan mengalokasikan anggaran Pemprovsu antara lain untuk revitalisasi Benteng Putri Hijau, revitalisasi Pusat Islam tertua di Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, dan membangun monumen Pahlawan Nasional Amir Hamzah.

 

“Juga merehab rumah pengasingan Bung Karno di Brastagi dan Parapat dan beberapa situs lainnya yang akan terus dipelihara dan direvitalisasi. Saya butuh masukan para arkelog dan sejarawan," imbuhnya.

 

 




 Redaksi

 


 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan

Walhi : Tak Cukup Hanya Cabut Izin, Presiden Harus Tuntut PT TPL Ganti Rugi dan Rehabilitasi Lingkungan

FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal

FORSOMAKAR Desak Gubernur Sumut Benahi Perizinan Tambang Galian C dan Hentikan Maraknya Tambang Ilegal

Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara

Berikut Tren Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Utara

Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026

Kapolrestabes Medan Dukung Turnamen Domino PWI Sumut Jelang HPN 2026

Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana

Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana

Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Istri di Medan Helvetia

Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Istri di Medan Helvetia

Komentar
Berita Terbaru