Selama Bulan Puasa, MBG Harus Tetap Dilaksanakan
Kitakini.news- Anggota Komisi e Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Ahmad Darwis menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga kurang mampu tetap harus dilaksanakan selama Ramadhan 2026 yang diperkirakan berlangsung pada bulan Februari.
Baca Juga:
"Puasa bukan alasan menghentikan MBG. Yang penting pola pembagian dapat disesuaikan agar masyarakat tetap menerima gizi cukup," ujar Darwis kepada Wartawan di Medan, Senin (19/1/2026).
Hal ini disampaikan Darwis menanggapi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Siti Harmayani yang memastikan bahwa MBG pemerintah tetap akan menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
Adapun menu MBG dibuat berbeda pada bulan puasa, berupa makanan siap saji yang dapat bertahan beberapa jam hingga waktu berbuka.
Menyikapi hal itu, Darwis mengusulkan dua skema pelaksanaan MBG selama Ramadhan. Skema pertama adalah buka puasa, di mana paket makanan dibagikan 30–60 menit sebelum Maghrib, berisi kurma atau buah, takjil sehat, nasi, lauk protein, sayur, dan air mineral.
Adapun Sasaran utama adalah jamaah masjid, anak yatim, dhuafa, pekerja informal, dan musafir. Selain memenuhi gizi, kegiatan ini juga memberi pahala bagi yang menyalurkan makanan kepada orang yang berpuasa.
Skema kedua adalah sahur, di mana makanan dibagikan malam atau dini hari bagi warga miskin dan santri, jika logistik dan relawan memadai. Menu sahur juga disiapkan lengkap dengan nasi, lauk protein, sayur, dan air mineral, sehingga warga yang berpuasa tetap memperoleh asupan gizi yang cukup di awal hari.
Darwis menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita karena periode ini sangat krusial untuk mencegah malnutrisi dan mendukung pertumbuhan anak.
"Menu sudah disusun oleh ahli gizi dengan kandungan minimal 200 gram karbohidrat untuk ibu hamil dan 100–120 gram untuk balita. Pemenuhan gizi yang baik akan mencegah malnutrisi, mendukung perkembangan anak, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan," jelasnya.
Selain memenuhi kebutuhan gizi, Darwis menekankan bahwa MBG memiliki nilai sosial yang besar, karena program ini dapat memperkuat solidaritas masyarakat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, serta memberikan dukungan langsung bagi keluarga yang membutuhkan.
Namun di sisi lain, pelaksanaan MBG selama Ramadhan membutuhkan perencanaan matang, termasuk distribusi bahan makanan, jadwal pembagian, dan pemantauan penerima.
Dengan strategi ini, program tetap relevan, aman, dan bermanfaat, sambil menghormati ibadah puasa masyarakat serta membantu menekan stunting dan malnutrisi.
Darwis menegaskan, MBG di Ramadhan 2026 tetap menjadi program kesehatan dan sosial yang berkelanjutan, membantu anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga kurang mampu memperoleh gizi yang cukup, sambil menjaga dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. (**)
Sumut Terima Dana TKD Dari Pemerintah Pusat Rp430 M, Zeira: Tak Ada Alasan Pergeseran APBD 2026
Sutarto Apresiasi Polisi Bongkar Praktik Perdagangan Bayi, Minta Aparat Usut Tuntas
Komisi E DPRD Sumut Minta Pemprovsu Segera Selesaikan Persoalan SMAN 5 Pematangsiantar
Pimpin Fraksi PKS DPRD Medan, Zulham: Perubahan Komposisi Untuk Perkuat Pelayanan Publik
Aswin Parinduri: Dukungan ke Andar Amin Ikhlas Dari Hati