Jumat, 16 Januari 2026

BPS Dukung R3P, 510 Mahasiswa STIS Terjun ke Lapangan untuk Pendataan Pasca-Bencana di Sumatera

Siti Amelia - Rabu, 14 Januari 2026 15:58 WIB
BPS Dukung R3P, 510 Mahasiswa STIS Terjun ke Lapangan untuk Pendataan Pasca-Bencana di Sumatera
Inspektorat Utama BPS, Dr. Dadang Hardiwan S.Si., M.Si memberikan keterangan di Lanud Soewondo Medan, Rabu (14/1/2026).

Kitakini.news - Mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di wilayah Sumatera, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mengerahkan 510 mahasiswa Politeknik Statistik STIS untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, di mana BPS bertindak sebagai koordinator penyediaan data akurat untuk penanganan bencana. BPSturut berperan aktif dalam Satuan Tugas Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas R3P) melalui pelaksanaan kegiatan pendataan di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Baca Juga:

Dalam pelaksanaannya, BPS berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memberangkatkan mahasiswa STIS ke Provinsi Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 14 dan 15 Januari 2026. Pemberangkatan dilakukan menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh serta beberapa pesawat yang tiba di Lanud Soewondo, Sumatera Utara.


Inspektorat Utama BPS, Dr. Dadang Hardiwan S.Si., M.Si., bersama Wakil Direktur I Politeknik Statistik STIS, Prof. Setia Pramana S.Si., M.Sc., Ph.D., memberikan keterangan pers di Lanud Soewondo Medan, Rabu (14/1/2026). Mereka menjelaskan bahwa PKL ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan kontribusi nyata terhadap kemanusiaan. Mahasiswa akan melakukan pendataan mendalam terhadap individu, keluarga, komunal, dan infrastruktur, dengan fokus pada kerusakan perumahan, lahan pertanian, serta aset masyarakat.
"Kompetensi mahasiswa di bidang statistik memungkinkan mereka menjalankan tugas ini secara efektif," ujar Dadang Hardiwan.

Pendataan akan mencakup kondisi perumahan yang rusak, infrastruktur pertanian, dan aset pribadi warga, yang kemudian dipadukan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) BPS. Data hasil PKL akan diserahkan kepada Satgas Penanggulangan Bencana, yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri.

Mahasiswa STIS Muklis Nur asal Surabaya, Jawa Timur, bersama rekannya Krisna dari Bandar Lampung, Andika dari Jawa Tengah, dan Anggi dari Jawa Timur saat transit di Lanud Soewondo sebelum berangkat ke Aceh Tamiang.


PKL ini berlangsung selama 12 hari efektif, mulai dari tanggal 14 hingga 27 Januari 2026. Di Sumatera Utara, mahasiswa ditempatkan di lima kabupaten/kota: Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Sibolga, dengan total sekitar 200 peserta. Adapun di Aceh, mereka akan beroperasi di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, dengan penerbangan melalui berbagai bandara seperti Silangit dan Bandar Aceh. Penempatan mahasiswa disesuaikan dengan luas wilayah dan tingkat keparahan bencana.


Ini merupakan kali pertama BPS dan STIS menjalankan PKL skala besar seperti ini, atas arahan langsung dari Presiden melalui Direktur Utama BPS. Biasanya, mahasiswa STIS terlibat dalam kegiatan pendukung BPS seperti sensus ekonomi, namun permintaan khusus ini memerlukan persiapan cepat untuk mendukung rehabilitasi pasca-bencana.


Salah seorang mahasiswa Semester 5 STIS, Muklis Nur asal Surabaya, Jawa Timur, bersama rekannya Krisna dari Bandar Lampung, Andika dari Jawa Tengah, dan Anggi dari Jawa Timur, menyatakan kesiapan mereka. "Kami bangga bisa langsung terjun membantu masyarakat pasca-bencana, terutama karena ini arahan dari Presiden," kata Muklis. Meski awalnya ditugaskan untuk kegiatan lain seperti Sensus Ekonomi, mereka dengan antusias mengalihkan fokus untuk mendukung penanganan bencana ini.


Politeknik Statistik STIS adalah institusi pendidikan tinggi negeri yang berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia. Didirikan pada tahun 2000, STIS fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang statistik melalui program diploma dan sarjana. Kampus utamanya terletak di Jakarta, dengan kurikulum yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan data nasional BPS, termasuk pelatihan praktis untuk mendukung kegiatan survei dan sensus di seluruh Indonesia. STIS dikenal sebagai pusat unggulan statistik yang menghasilkan lulusan siap pakai untuk dunia kerja, baik di sektor publik maupun swasta.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hari ini, Satgas R3P dari BPS Berangkat ke Sibolga dan Tapanuli Utara

Hari ini, Satgas R3P dari BPS Berangkat ke Sibolga dan Tapanuli Utara

Surya Instruksikan OPD Pemprovsu Monitoring Harga Kebutuhan Pokok

Surya Instruksikan OPD Pemprovsu Monitoring Harga Kebutuhan Pokok

Bobby: Sinergi BPS dan Pemprovsu dalam Pengelolaan Satu Data Sangat Penting

Bobby: Sinergi BPS dan Pemprovsu dalam Pengelolaan Satu Data Sangat Penting

BPS: Langkat Bukan Kabupaten Termiskin di Sumut

BPS: Langkat Bukan Kabupaten Termiskin di Sumut

BTN Dukung Pembiayaan Rumah Bagi Karyawan Industri Media

BTN Dukung Pembiayaan Rumah Bagi Karyawan Industri Media

Pemkab Langkat Dorong Peningkatan Statistik Sektoral: Sinergi dengan BPS Jadi Kunci

Pemkab Langkat Dorong Peningkatan Statistik Sektoral: Sinergi dengan BPS Jadi Kunci

Komentar
Berita Terbaru