Selasa, 13 Januari 2026

Penumpang Bus Listrik Capai 2,7 Juta di Tahun 2025

Siti Amelia - Jumat, 09 Januari 2026 19:29 WIB
Penumpang Bus Listrik Capai 2,7 Juta di Tahun 2025
dokumentasi
Bus listrik saat melintas di Jalan Zainul Arifin Medan.

Kitakini.news - Kota Medan kini tampil sebagai pionir transportasi ramah lingkungan di Indonesia. Dengan lonjakan penumpang bus listrik yang mencapai angka fantastis, moda ini tidak hanya mengubah kebiasaan masyarakat, tetapi juga membawa harapan besar untuk mengurangi jejak karbon di tengah kota yang padat.

Baca Juga:

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, melaporkan bahwa sepanjang 2025, bus listrik telah mengangkut total 2.739.601 penumpang. Angka ini menunjukkan pergeseran drastis dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Angka fantastis ini menjadi bukti bahwa masyarakat Medan mulai beralih ke moda transportasi massal yang lebih menawarkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi," kata Suriono, Jumat (9/1/2026).

Dia menekankan bahwa pencapaian ini bukan sekadar statistik, melainkan indikator kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah mengatasi masalah lingkungan.

Data menunjukkan, rata-rata penumpang bulanan bus listrik mencapai lebih dari 200.000 orang. Puncaknya terjadi pada Oktober 2024, dengan 279.732 penumpang. Suriono menggambarkannya sebagai momentum untuk memperkuat integrasi transportasi, yang kini mencakup 60 unit bus listrik – 55 unit beroperasi aktif dan 5 unit sebagai cadangan – melayani lima koridor utama dengan dukungan 227 halte tersebar di seluruh kota.

Dari sudut pandang lingkungan, bus listrik Medan menjadi contoh nyata bagaimana teknologi hijau bisa mengubah dinamika urban. "Kehadiran bus listrik bukan hanya soal mengurangi kemacetan, namun juga upaya kita untuk mengurangi emisi karbon di Kota Medan," tuturnya.

Ini sejalan dengan tren global menuju kota berkelanjutan, di mana Medan kini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam transportasi bisa berdampak besar pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Para pengguna seperti Ahmad, seorang karyawan swasta berusia 35 tahun, mengaku beralih ke bus listrik karena lebih cepat dan ramah lingkungan. "Dulu saya pakai motor, sekarang lebih hemat dan tidak stres macet. Ini juga cara saya berkontribusi untuk kota yang lebih bersih," ujarnya.

Meski demikian, tantangan seperti perluasan jaringan dan pemeliharaan infrastruktur masih perlu diatasi. Suriono berharap, pencapaian ini akan mendorong investasi lebih lanjut untuk membuat Medan sebagai model transportasi hijau di Indonesia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kritik Etis di DPRD Medan, Sekda 'Nempel' di Kursi Wakil Wali Kota, Dicap Penyimpangan Kekuasaan

Kritik Etis di DPRD Medan, Sekda 'Nempel' di Kursi Wakil Wali Kota, Dicap Penyimpangan Kekuasaan

Tinjau Tanggul Jebol di Medan Labuhan, Rico Waas : Perbaikan Langsung Dilakukan Sepanjang Satu Kilometer

Tinjau Tanggul Jebol di Medan Labuhan, Rico Waas : Perbaikan Langsung Dilakukan Sepanjang Satu Kilometer

Sebanyak 85 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Medan, Wali Kota Pastikan Evakuasi dan Bantuan Berjalan

Sebanyak 85 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Medan, Wali Kota Pastikan Evakuasi dan Bantuan Berjalan

Rumah Dinas Gubernur Sumut Dikelung Banjir

Rumah Dinas Gubernur Sumut Dikelung Banjir

Evakuasi Tanpa Henti Saat Banjir Besar Terjang Medan

Evakuasi Tanpa Henti Saat Banjir Besar Terjang Medan

DPRD Kota Medan Sukses Gelar Rapat Paripurna Penetapan APBD 2026, Komitmen Kuat untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Warga

DPRD Kota Medan Sukses Gelar Rapat Paripurna Penetapan APBD 2026, Komitmen Kuat untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Warga

Komentar
Berita Terbaru