Bencana Tapteng, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 132 Orang, 38 Orang masih Pencarian
Kitakini.news - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah (Tapteng) merilis data jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Tapteng, 25 November 2025 lalu yang terus bertambah.
Baca Juga:
Hingga pasca tiga minggu lebih pasca bencana Tapteng, jumlah korban meninggal tercatat menjadi 132 orang meninggal dan 38 orang lagi masih dalam pencarian.
Data penambahan korban meninggal ini setelah dua hari sebelumnya dan satu jenazah kemarin sore kembali ditemukan korban meninggal dari wilayah terisolir. Wilayah Kecamatan Tukka dan Sitahuis.
Bertambahnya jumlah korban meninggal ini, pasca data dari sejumlah desa terisolir masuk dalam rekap dan menjadi lokasi lokasi pencarian korban selain Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kepala Kantor Basarnas Wilayah Kepulauan Nias-Sibolga, Putu Arga S, mengatakan lokasi pencarian juga difokuskan ke sejumlah wilayah terisolir lainnya.
"Seperti kecamatan Sitahuis, Bonandolok, dan Pagaranhonas, pencarian dilakukan via udara dan darat dengan melewati jalur-jalur ekstrem," ujar Putu, Jumat pagi (19/12/2025).
Jenazah korban pun kembali ditemukan, di wilayah ini dan langsung dievakuasi. Sebelumnya ada 19 Desa Korban Bencana yang terisolir, kini turun menjadi hanya 8 desa lagi yang terisolir dan data korban didaerah daerah terisolir ini juga sudah dimasukkan kedalam data rekap korban.
Selain itu para korban yang terdata dan masih hilang terus dilakukan upaya pencarian, baik dengan sejumlah anjing pelacak dan juga dengan alat berat yang terus dikerahkan menggali material longsoran dan banjir.
Meski Tempat Terbatas Akibat Bencana, Siswa di Tukka Tetap Semangat Belajar
Keluarga Berharap Pencarian Korban Bencana di Tapsel Terus Berlangsung
Puluhan Korban Bencana belum Ditemukan, Jamaah Masjid Nurul Huda Salat Gaib
Pasca Bencana, Masyarakat Buka Akses Jalan Secara Swadaya di Tapteng