Meski Tempat Terbatas Akibat Bencana, Siswa di Tukka Tetap Semangat Belajar
Kitakini.news - Proses belajar disambut antusias oleh ratusan siswa sekolah dasar di Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Baca Juga:
Seperti di Sekolah Dasar SD Negeri Huta Nabolon 1, siswa rela duduk di lantai dan kursi saling berdempetan, karena kursi terbatas, akibat hanyut dan rusak pasca bencana.
Kelurahan Huta Nabolon sendiri merupakan salah satu daerah terdampak bencana paling fatal di daerah ini. Namun, pasca libur lebih dari satu bulan, akibat dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor sejak 25 November 2025 lalu.
Dan kini memasuki masa belajar kembali, puluhan siswa rela duduk di lantai sambil mendengarkan dan mencatat pelajaran.
Bagi yang mendapatkan kursi dan meja dalam ruangan yang lain, para siswa juga rela duduk saling berdempetan dalam satu kursi dan satu meja. Sejumlah ruangan juga masih berlumpur, dan tergenang air, demikian juga halaman sekolah.
Namun para siswa sekolah dasar ini tetap antusias mengikuti pelajaran. Sejumlah siswa sekolah ini juga belum memiliki baju seragam sekolah karena hanyut dibawa banjir.
Menurut Kasek SD Huta Nabolon 1, Jul Mukri Hutauruk belum lama ini, sistem pembelajaran di sekolah ini, khususnya sekolah terdampak bencana berat, masih pembelajaran gembira, untuk menghilangkan trauma anak atau para siswa terdampak bencana. Siswa masih bebas belajar sambil bermain.
Kepala Dinas Kementerian Pendidikan Dasar Menengah Kabupaten Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, yang datang memantau sejumlah sekolah terdampak bencana terlihat kesal dan memarahi guru dan kepala sekolah karena siswa dibuat tak nyaman mengikuti pembelajaran di sekolah.
Menurutnya meski di tempat bencana siswa harus dibuat nyaman mengikuti pembelajaran. Johanes pun menyuruh para guru dan kepala sekolah segera menyiapkan kursi dan meja bagi seluruh siswa.
Pasca bencana 25 November lalu, sekolah terdampak dan rusak di Kabupaten Tapanuli Tengah mencapai ratusan sekolah, sejumlah sekolah rusak berat akibat banjir dan ditimpa longsor.
Data kemdikdasmen Kabupaten Tapanuli tengah menyebutkan, ratusan sekolah yang terdampak bencana akibat rusak berat dan rusak ringan meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 126 PAUD, 192 Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Repdem Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Tapanuli Tengah untuk Warga Terdampak Bencana
SMI Bacakan 11 Catatan Kritis untuk Indonesia, Menuju 2026 dengan Harapan Baru
Petani Tapanuli Utara Harapkan Pemulihan Persawahan Tertimbun
Aksi Peduli Danantara Bersama BP BUMN dan BTN Kerahkan Bantuan Bencana Sumatera
Bencana Tapteng, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 132 Orang, 38 Orang masih Pencarian