SMA Syafiyyatul Amaliyyah Borong Prestasi di ICSTEM 2025 Malaysia
Konferensi bergengsi ini menjadi wadah bagi pelajar dan akademisi dari delapan negara, termasuk Indonesia dan Malaysia, untuk memamerkan inovasi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang relevan dengan era Society 5.0. Tema tahun ini adalah"Cultivating an Innovation Culture for Society 5.0".
Baca Juga:
Delegasi SMA Syafiyyatul Amaliyyah yang didampingi oleh guru pembimbing Syahmuda Manurung dan Novianti Panjaitan, sukses menorehkan prestasi dengan membawa pulang sejumlah medali emas dan perak serta penghargaan bergengsi. Berikut pencapaian tim siswa SMA YPSA:
Double Gold Medal dan Best Awarddiraih oleh karyaEco-Cool Brick from Styrofoam Waste and Rice Husk Ash(kategori Teknologi Sipil dan Konstruksi). Tim terdiri dari Ray Konen, Raihana Faiha Azarine, M. Ali Chaidar Lubis, Fiona Callysta Amada, dan Syed Muhammad Rifai.
Medali Emasdiraih timCarbon Dioxide Absorbing Wall Paint, yang melibatkan Omaar Al-Faridzi Siregar, Assyifa Janeeta Sinurat, Aisyah Talitha Rahma Rangkuti, M. Rizky Fadilah, dan Nayla Nurchalid.
Medali Emasjuga diraih timEco-Friendly Fire Retardant, beranggotakan Azka Zahirah Hutahayan, T. Muhammad Raffa Athala, M. Uwais Al Qarni, Nadzifah Amira Dhiyaulrahmat, dan Asyifa Niracanti Nugroho.
Medali Perakdiperoleh karyaEmotion Trackingoleh Arsy Camilla Leviza, Kamila Syifa Silalahi, Fayza Bashirah Yasmine, Ahmad Rasyid Siregar, dan M. Rifat Khairy.
Medali Perakjuga diraih karyaEco-Superabsorbentoleh Talitha Gendis Kesuma, Azra Zhafira Lubis, Radhitya Dzaky Permana, Siti Alma Khazanah Sibuea, dan Muhammad Agha Sadin.
Setiap tim diberi waktu tujuh menit untuk presentasi dan tiga menit untuk sesi tanya jawab, dengan penilaian ketat pada aspek riset, inovasi, serta kemampuan komunikasi ilmiah.
Partisipasi SMA Syafiyyatul Amaliyyah di ICSTEM 2025 tidak hanya menegaskan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di bidang sains dan teknologi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional demi kemajuan pendidikan STEM secara berkelanjutan.
Kegiatan ini ditutup pada 11 Oktober 2025 dengan penyerahan piagam penghargaan, medali, serta hadiah bagi para pemenang. Keikutsertaan sekolah Indonesia, termasuk SMA Syafiyyatul Amaliyyah, menjadi simbol semangat generasi muda dalam berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.
Incar Turis Lebih Banyak, Malaysia Mau Lebih Bersih dari Singapura
SMI Bacakan 11 Catatan Kritis untuk Indonesia, Menuju 2026 dengan Harapan Baru
Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Istri di Medan Helvetia
Inggris Sarankan Warganya Berhati-hati ke Indonesia
Sambut Natal, Seni Instalasi Karya Seniman Indonesia Tampil di Vatikan