Situasi Terkini Nepal: Jam Malam Diterapkan, Tentara Berpatroli di Tengah Kota yang Masih Berasap
Kendaraan lapis baja terlihat melintasi jalan yang dipenuhi puing, bangkai mobil, serta gedung-gedung yang hangus terbakar. Dengan pengeras suara, aparat militer menyerukan warga untuk tetap berada di rumah dan menghindari aksi protes baru.
Baca Juga:
"Vandalisme, penjarahan, pembakaran, atau serangan terhadap individu maupun properti atas nama protes akan diperlakukan sebagai tindak pidana," tegas Kepala Staf Angkatan Darat Nepal, Jenderal Ashok Raj Sigdel, sembari meminta demonstran beralih ke jalur dialog.
Dampak Kerusuhan
Kerusuhan yang disebut terburuk dalam dua dekade terakhir ini bermula dari aksi protes generasi muda yang menamakan diri gerakan Gen Z. Mereka menentang larangan penggunaan media sosial sekaligus menyoroti dugaan praktik korupsi pemerintah. Namun, aksi tersebut berubah menjadi amarah nasional setelah aparat menindak keras demonstran hingga menewaskan sedikitnya 19 orang.
Selain gedung parlemen, sejumlah kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, dan rumah tokoh politik ikut dibakar massa. Di antara yang paling disorot adalah kediaman mantan perdana menteri KP Sharma Oli yang hangus terbakar.
Melansir laporan Newsweek, istrinya tewas dalam kebakaran tersebut. Hingga kini, keberadaan Oli sendiri masih belum diketahui publik.
Kota Masih Mencekam
Meskipun otoritas setempat berencana membuka kembali Bandara Internasional Tribhuvan, aktivitas warga Kathmandu belum sepenuhnya pulih. Asap masih mengepul dari bangunan yang terbakar, sementara coretan protes bertuliskan "lawan yang salah – Gen Z" terlihat jelas di dinding parlemen yang menghitam.
"Ini akibat dari perbuatan buruk para pemimpin kita," ujar Dev Kumar Khatiwada, pensiunan polisi berusia 60 tahun. Namun ia juga menegaskan bahwa pembakaran gedung-gedung besar bukanlah jalan keluar.
Menuju Solusi Politik?
Pengunduran diri Oli diyakini membuka ruang bagi proses politik baru di Nepal. Namun, tanpa kepemimpinan yang jelas, banyak pihak khawatir instabilitas justru akan semakin berkepanjangan.
Saat ini, fokus pemerintah sementara adalah mengendalikan situasi keamanan, meredakan ketegangan dengan masyarakat, dan mencari format dialog dengan kelompok demonstran yang didominasi anak muda.
Nepal, negara pegunungan Himalaya dengan sejarah politik yang berliku, kembali berada di persimpangan jalan: apakah krisis ini akan menjadi momentum perubahan, atau justru melahirkan gelombang kekacauan berikutnya.
Mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah Sumut: Usut Oknum Polisi Provokator di Polres Tapteng
Kemenlu Pastikan Kondisi WNI di Nepal Aman
KontraS Desak TNI Segera Ditarik dari Pengamanan Unjuk Rasa
Harga Kebutuhan Pokok di Sumut Melonjak, Demonstrasi Belum Jadi Faktor Utama
Kerusuhan di Lapas Muara Beliti Dipicu Razia HP, Aparat Kuasai Situasi dalam Dua Jam