Selasa, 13 Januari 2026

Subandi: MBG Bukan Proyek Sosial tapi PSN

Heru - Rabu, 10 September 2025 23:46 WIB
Subandi: MBG Bukan Proyek Sosial tapi PSN
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, HM Subandi.

Kitakini.news - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terus dipacu agar bisa berjalan sesuai target pemerintah.

Baca Juga:

Menurut Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), HM Subandi seluruh dapur penyedia makanan bergizi gratis (SPP) yang sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) harus segera rampung dan mulai beroperasi penuh.

"Semua kader Gerindra yang ikut mendirikan dapur, maupun lembaga dan yayasan di luar kader, kami dorong agar secepatnya operasional. Target Oktober harus tercapai, karena ini program besar untuk rakyat," ujar Subandi kepada wartawan di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (10/9/2025).

Subandi menjelaskan, saat ini pemerintah menutup sementara pendaftaran dapur baru. Hal itu dilakukan agar perhatian dan energi tidak terpecah, melainkan fokus pada percepatan dapur yang sudah terdaftar. Dengan begitu, pencapaian target nasional bisa dikejar.

Subandi juga mengaku belum mendapatkan data persis di Sumut, Namun, sebulan lalu sudah berdiri 123 dapur SPP. Masing-masing dapur rata-rata melayani hingga 3.000 porsi makanan bergizi gratis setiap harinya. Sudah banyak dapur yang merealisasikan program tersebut secara rutin.

Namun, di tengah pelaksanaan, Subandi mengakui sempat muncul kendala berupa kesalahpahaman di lapangan. Beberapa pihak menilai MBG hanya sekadar program sosial sehingga dikhawatirkan dapur SPP akan mengalami kerugian atau tidak bertahan lama.

"Itu pemahaman yang salah. MBG ini bukan kerja sosial semata, tapi Proyek Strategis Nasional (PSN). Artinya, dalam kondisi apapun, anggarannya sudah disiapkan negara. Jadi tidak ada istilah dapur bisa bangkrut," tegasnya.

Ia merinci, pemerintah menyiapkan anggaran Rp15.000 per orang per hari. Dari jumlah itu, Rp10.000 murni digunakan untuk bahan makanan bagi anak SD, SMP, dan SMA atau ibu hamil dan ibu menyusui. Lalu Rp3.000 dialokasikan untuk membayar gaji pekerja, listrik, air, gas, serta transportasi. Sementara Rp2.000 diperuntukkan untuk biaya sewa tempat maupun kebutuhan yayasan.

"Kalau dihitung, Rp2.000 operasional dikalikan 3.000 porsi, berarti Rp6 Juta per hari. Kalau sebulan ada 22 hari kerja, totalnya Rp132 Juta. Artinya jelas ada keuntungan, jadi tidak benar kalau program ini dianggap hanya sosial tanpa profit," ungkap Subandi.

Selain menyasar pelajar, program MBG juga diperuntukkan bagi ibu hamil dan menyusui. Mereka diimbau untuk melaporkan diri ke SPP terdekat agar bisa mendapatkan porsi makanan bergizi setiap harinya.

Lebih lanjut Subandi menyampaikan, bahwa pemerintah daerah juga diminta menyiapkan lokasi sebagai sampel tanah pembangunan BGN. Nantinya, dapur yang dibangun pemerintah itu akan dikelola sesuai mekanisme, dengan dukungan penuh dari anggaran negara.

Dengan skema yang jelas, Subandi optimistis bahwa MBG akan menjadi solusi penting dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

"Ini bukan sekadar proyek memberi makan, tapi investasi besar untuk masa depan bangsa," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Timbul Sibarani: Pemimpin Golkar Sumut ke Depan Harus Mampu Besarkan Partai dan Merangkul Semua Kalangan

Timbul Sibarani: Pemimpin Golkar Sumut ke Depan Harus Mampu Besarkan Partai dan Merangkul Semua Kalangan

Ketua F-PAN DPRD Sumut Bersama BM PAN dan PUAN Batubara Salurkan Bantuan Bencana ke Batangtoru

Ketua F-PAN DPRD Sumut Bersama BM PAN dan PUAN Batubara Salurkan Bantuan Bencana ke Batangtoru

PAN Gelar Doa Akhir Tahun Bersama Anak Yatim, Yahdi Khoir: Lebih Bermakna dari pada Pesta Hura-hura

PAN Gelar Doa Akhir Tahun Bersama Anak Yatim, Yahdi Khoir: Lebih Bermakna dari pada Pesta Hura-hura

Ihwan Ritonga: Kepemimpinan Responsif di Tengah Tantangan, Sumut Menata Harapan Baru

Ihwan Ritonga: Kepemimpinan Responsif di Tengah Tantangan, Sumut Menata Harapan Baru

Aswin Parinduri Harapkan Pemerintah Percepat Pemulihan Jalan di Kawasan Terdampak Bencana

Aswin Parinduri Harapkan Pemerintah Percepat Pemulihan Jalan di Kawasan Terdampak Bencana

ARS: Bencana Sumatera Bukan Murni Faktor Alam, Tapi Akumulasi Kerusakan Hutan

ARS: Bencana Sumatera Bukan Murni Faktor Alam, Tapi Akumulasi Kerusakan Hutan

Komentar
Berita Terbaru